Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat ada tiga kabupaten/kota dengan rerata vaksinasi mingguan di atas rata-rata di Aceh yang saat ini tercatat 1.391,78 dosis data per Jumat, 01 April 2022.
(Baca: Jumlah Penduduk yang Sudah Divaksin Dosis 1 di Kep. Bangka Belitung Sebanyak 1,09 juta Jiwa)
Rerata vaksinasi tiga kabupaten/kota teratas dengan angka di atas 2.000 dosis adalah Aceh Utara, Aceh Besar dan Pidie dengan masing-masing nilai 2.171 dosis, 2.081 dosis dan 1.966 dosis.
Aceh Utara mencatatkan rerata vaksinasi mingguan tertinggi di Aceh dengan vaksinasi 2.171 dosis. Adapun pemakaian vaksin sampai dengan kemarin tercatat 481,67 ribu dosis. Dalam rekapitulasi data dashboard nasional, pencapaian vaksinasi lengkap di wilayah ini sudah 59,31 persen.
Menurut Kementerian Kesehatan, stok vaksin yang tersedia di kabupaten ini akan segera habis dalam 18 hari ke depan. Sisa hari pemakaian ini diperhitungkan dari sisa stok yang tercatat tinggal 40.976 dosis dan penggunaan vaksin merupakan yang tertinggi di Aceh.
Menyusul Aceh Besar dengan catatan vaksinasi 2.081 dosis. Stok vaksin yang tersedia saat ini adalah 32.694 dosis. Stok ini diperkirakan akan habis dalam 15 hari ke depan.
Di urutan selanjutnya adalah Pidie dengan rerata vaksinasi mingguan 1.966 dosis kini untuk cakupan vaksinasi lengkap telah mencapai 65,87 persen, rerata vaksinasi mingguan di Aceh Selatan 1.147 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 60,11% dan Simeulue dengan vaksinasi 1.132 dosis dan capaian vaksinasi lengkap sebesar 75,59%
(Baca: 10 Kabupaten/Kota dengan Rerata Vaksinasi Tertinggi Secara Nasional (Jumat, 01 April 2022))
Wilayah di luar Jawa dengan nilai rerata vaksinasi tertinggi beberapa di antaranya adalah Simalungun, Rokan Hulu dan Lampung Tengah dengan masing-masing rerata vaksinasi yakni 7.506 dosis, 6.305 dosis dan 6.083 dosis.
Meski penularan Covid-19 di sebagian wilayah telah turun, pemerintah mengimbau agar semua orang ikut mengurangi transmisi Covid-19 dengan selalu memakai masker, menjaga jarak, serta sering mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Tak berkerumun dan mengurangi mobilitas turut berkontribusi menekan laju penularan virus corona.