IKLAN

Produksi Ikan NTB di Pendaratan Ikan Tradisional Terbanyak Se-Indonesia pada 2020

10 Provinsi dengan Produksi Ikan yang Didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan Tradisional Terbesar (2020)

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), 29 November 2021

katadata logo databoks logo
Disalin..
IKLAN

Penulis: Vika Azkiya Dihni

Editor: Annissa Mutia

30/11/2021, 14.30 WIB

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, volume produksi perikanan laut di Tanah Air yang didaratkan di tempat Pendaratan Ikan Tradisional (PIT) meningkat pada 2020. Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi provinsi dengan volume produksi ikan yang didaratkan di PIT terbesar se-Indonesia.

Volume produksi ikan laut nasional sebesar 542 ribu ton atau senilai Rp 9,69 triliun pada 2020. Angka ini mengalami peningkatan 10,46 ribu ton atau senilai Rp 180 milyar dibandingkan pada 2019.

Sebagai provinsi penghasil ikan laut yang didaratkan di PIT, NTB berhasil memproduksi ikan sebanyak 290,08 ribu ton dengan nilai Rp 5,1 triliun pada 2020. Produksi ikan di NTB selalu meningkat setiap tahun, dari 141 ribu ton pada 2017 kemudian terus meningkat hingga 2020. Produksi tertinggi tahun 2020 di NTB terjadi pada kuartal IV sebesar 110 ribu ton atau senilai dengan Rp 1,54 triliun.

Provinsi dengan produksi ikan terbesar selanjutnya, yaitu Maluku Utara sebesar 45,52 ribu ton. Disusul oleh Papua Barat dan Sulawesi Tenggara masing-masing 43,25 ribu ton dan 38,39 ribu ton. Adapun Provinsi dengan produksi ikan terendah adalah Jawa Tengah sebesar 196 ton.

Berdasarkan jenisnya, produksi perikanan laut terbesar yang didaratkan di PIT adalah Ikan layang. Vokume produksinya mencapai 38 ribu ton dengan nilai Rp 506 miliar. Diikuti oleh ikan cakalang dengan volume produksi 27,23 ribu ton senilai Rp 434,4 miliar.

Melansir BPS, tempat pendaratan ikan tradisional merupakan tempat yang belum termasuk dalam salah satu kategori pelabuhan perikanan dan bercirikan masih tradisional.

(Baca: DKI Jakarta Miliki Perusahaan Penangkapan Ikan Terbanyak di Indonesia)

IKLAN