Indonesia Tampung 1,4 Juta Ton Limbah Uni Eropa

1
Yosepha Pusparisa 27/04/2021 16:30 WIB
Image Loader
Memuat...
Tujuan Utama Limbah Uni Eropa (2020)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indonesia menjadi salah satu tujuan utama penampung limbah dari Uni Eropa. Menurut Eurostat, Indonesia menerima 1,4 juta ton limbah sepanjang 2020. Jumlah itu setara dengan yang diterima Pakistan pada tahun lalu.

Alhasil, Indonesia menempati posisi enam sebagai penampung utama limbah dari Uni Eropa. Posisi pertama ditempati oleh Turki yang menampung 13,7 juta ton pada 2020, diikuti India (2,9 juta ton), Inggris (1,8 juta ton), Swiss (1,6 juta ton), dan Norwegia (1,5 juta ton).

Mayoritas ekspor limbah Uni Eropa adalah logam besi yang jumlahnya mencapai 17,4 juta ton. Limbah kertas dan kardus menyusul dengan jumlah 6,1 juta ton. Sementara, limbah plastik (termasuk karet) yang diekspor Uni Eropa mencapai 2,4 juta ton.

(Baca: Indonesia, Produsen Terbesar Limbah Makanan Rumah Tangga di Asia Tenggara)

Data Pasar

Macro update by
20 May 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Nilai Tukar USDIDR 18 +0.30
Neraca perdagangan (Mar) 3,32 +160.82
Ekspor Migas (Mar) 1,28 +18.60
Impor Migas (Mar) 3,17 +58.74
Ekspor (Mar) 22,53 +1.62
Impor (Mar) 19,21 -8.08
Kunjungan Wisman (Feb) 1,16 -2.42
Inflasi yoy (Apr) 2,42% -1.06
Inflasi mom (Apr) 0,13% -0.28
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
NTP (Apr) 112,29 +0.43

Data Populer

Loading...