Menurut laporan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), timbulan sampah Indonesia pada 2025 sebanyak 20,25 juta ton, turun 43,6% dibanding periode tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).
Penurunan tersebut terjadi setelah tiga tahun sebelumnya mengalami tren kenaikan. Sebagai catatan, penurunan terjadi karena jumlah kabupaten/kota yang melaporkan jumlah sampah berkurang.
Pada 2024, data timbulan sampah berasal dari 311 kabupaten/kota, sementara 2025 dari 206 kabupaten/kota.
Seperti terlihat pada grafik, selama 2019-2025, timbulan sampah tertinggi terjadi pada 2024 yang menyentuh 35,9 juta ton.
KLH mengatakan, pada 2025, jenis sampah yang paling banyak adalah sisa makanan yang mencapai 40,79%, diikuti sampah plastik serta kayu atau ranting yang masing-masing 19,95% dan 13,7%.
Berikut komposisi sampah Indonesia berdasarkan jenis sampah pada 2025:
- Sisa makanan: 40,79%
- Plastik: 19,95%
- Kayu/ranting: 13,7%
- Kertas/karton: 11,39%
- Logam: 3,25%
- Kain: 2,41%
- Kaca: 2,4%
- Karet/kulit: 2,1%
- Sampah jenis lainnya: 6,51%.
Adapun sumber sampah di dalam negeri mayoritas disumbang oleh rumah tangga yang porsinya mencapai 56,82% dari total timbulan sampah.
Selanjutnya ada sampah pasar, perniagaan, fasilitas publik, kawasan, perkantoran, dan sumber lainnya dengan proporsi kurang dari 15%.
Disclaimer: terdapat revisi penambahan keterangan jumlah kabupaten dan kota (paragraf 2 dan 3) pada Sabtu, (24/1/2026) pukul 13:50 WIB.
(Baca: Bakar Sampah, Sumber Utama Distribusi Mikroplastik Udara di Indonesia)