Survei CIGI: Facebook, Medsos yang Banyak Digunakan untuk Menyebar Hoaks

Penulis: Dwi Hadya Jayani

Editor: Hari Widowati

14/6/2019, 15.44 WIB

Sebanyak 77% responden menyebut mereka pernah melihat berita bohong (hoaks) di Facebook.

Laporan "2019 CIGI-Ipsos Global Survey on Internet and Security Trust" menyebut dua dari tiga orang atau 67% masyarakat dunia menyetujui bahwa penyebaran berita bohong (hoaks) terbesar terdapat di Facebook. Sebanyak 65% responden menyebut penyebaran hoaks terbanyak kedua ditemukan di media sosial secara umum. Adapun 60% responden menyebut hoaks ditemukan di situs-situs internet. 

Baca selengkapnya

Survei CIGI melibatkan 25.229 pengguna internet dari 25 negara dan diselenggarakan pada 21 Desember 2018-4 Januari 2019. Responden dari Nigeria dan Tunisia paling banyak menemukan hoaks di platform Facebook, yakni 91% responden. Di Kenya, sebanyak 87% responden mengatakan pernah menemukan hoaks di Facebook. 

Di Indonesia, sebanyak 84% responden menyebut pernah menemukan kabar bohong di Facebook. Hanya 12% yang tidak pernah menerima penyebaran hoaks di media sosial tersebut. Sementara itu, 4% responden lainnya tidak pernah menggunakan Facebook. 

Jepang merupakan negara yang paling sedikit melaporkan adanya hoaks di Facebook, yakni 14%. Pasalnya, 56% responden di Jepang mengaku tidak menggunakan Facebook. 

(Baca Databoks: Hoaks Politik Masih Marak Pascapemilu 2019)

Tampilkan minimal

Penyebaran Hoaks di Facebook

 
  • Sumber

    Ipsos MORI

  • Rilis

    Ipsos MORI 2019

  • Informasi lain

    -

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya