Kasus Kanker Payudara Paling Banyak Terjadi di Indonesia

Penulis: Hari Widowati

Editor: Hari Widowati

3/6/2019, 10.46 WIB

Angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk.

Data Global Cancer Observatory 2018 dari World Health Organization (WHO) menunjukkan kasus kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah kanker payudara, yakni 58.256 kasus atau 16,7% dari total 348.809 kasus kanker. Kanker serviks (leher rahim) merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak terjadi di Indonesia sebanyak 32.469 kasus atau 9,3% dari total kasus.

Baca selengkapnya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan, angka kanker payudara di Indonesia mencapai 42,1 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker ini mencapai 17 orang per 100 ribu penduduk. Sementara itu, angka kanker serviks di Indonesia mencapai 23,4 orang per 100 ribu penduduk. Rata-rata kematian akibat kanker serviks mencapai 13,9 orang per 100 ribu penduduk.

Upaya pencegahan dan pengendalian kedua jenis kanker tersebut dilakukan dengan cara deteksi dini pada perempuan usia 30-50 tahun. Metode yang digunakan adalah Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) dan inspeksi visual dengan asam asetat (IVA) untuk kanker serviks.

(Baca Databoks: Penyakit Kardiovaskular, Penyebab Kematian Terbanyak di Dunia)

Tampilkan minimal

Berbagai Kasus Kanker di Indonesia 2018

 
  • Sumber

    World Health Organization (WHO)

  • Rilis

    World Health Organization (WHO) Februari 2019

  • Informasi lain

    World Health Organization (WHO)

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya