Banyak Lulusan SMK dan Universitas Ikuti Pelatihan BLK

Lulusan SMK dan Perguruan yang Mengikuti Pelatihan BLK

Sumber : Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), 2018

Disalin..

Penulis: Lulu mahdiyah

Editor: Hari Widowati

28/5/2019, 19.00 WIB

Balai latihan kerja (BLK) menjadi salah satu fasilitas yang disediakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Pelatihan vokasi di BLK banyak diikuti oleh peserta dengan berbagai latar belakang pedidikan, di antaranya lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan lulusan perguruan tinggi (PT).

Data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan, pada periode 2014 hingga 2017 jumlah peserta pelatihan di BLK dengan dua latar belakang pendidikan tersebut cenderung fluktuatif. Untuk peserta SMK, jumlah pesertanya naik dua kali lipat dari dari 7.631 peserta pada 2014 menjadi 15.206 pada 2015.

Jumlah peserta tertinggi tercatat pada 2016, yakni 21.616 peserta kemudian pada tahun berikutnya turun menjadi 8.348 peserta. Adapun untuk lulusan perguruan tinggi, jumlah peserta pelatihan pada 2016 sebanyak 5.151 peserta. Sedangkan pada 2015 dan 2017 jumlahnya hampir sama di kisaran 3.000 peserta.

Data tersebut menunjukkan bahwa pelatihan kerja melalui BLK menjadi pilihan alternatif bagi para lulusan SMK dan universitas untuk mendapatkan keterampilan sebelum terjun ke dunia kerja. Di sisi lain, terdapat persoalan mendasar seperti yang terjadi pada lulusan SMK. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, lulusan SMK tidak sesuai dengan kebutuhan dunia usaha. Salah satunya karena kurikulum SMK sulit diubah untuk mengikuti kebutuhannya zaman.

(Baca Databoks: 303 Balai Latihan Kerja Tersebar di Seluruh Indonesia)

data terkait