Bagaimana Indikator Kesejahteraan Petani Indonesia?

24 September 2018

Indeks Nilai Tukar Petani pada Agustus 2018 turun 0,49% ke level 102,56 dari posisi akhir tahun lalu, ini mengindikasikan daya beli petani sepanjang tahun ini mengalami penurunan.

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari sektor pertanian. Namun, nasib para petani di tanah air seperti tidak banyak mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Ini tercermin dari indikator kesejahteraan petani, yakni indeks Nilai Tukar Petani (NTP) yang cenderung bergerak datar seperti terlihat pada grafik di bawah ini.

Baca selengkapnya

Data Badan Pusat Statistik mencatat NTP pada Agustus 2018 berada di level 102,56, yang berarti turun 0,49% dari posisi akhir 2017. Ini mengindikasikan bahwa daya beli (kesejahteraan) petani sepanjang tahun ini turun 0,49%. Sementara upah rata-rata riil buruh pertanian pada Agustus 2018 sebesar Rp 37.863/hari, naik 0,95% dari posisi akhir 2017. Rendahnya upah buruh tani, minimnya lahan yang dimiliki, serta harga jual produk pertanian tidak menguntungkan para petani membuat indikator kesejahteraan petani belum mampu bergerak lebih jauh.

Meskipun harga-harga bahan pangan (pertanian) sering mengalami kenaikan seperti saat menjelang puasa dan lebaran, tapi tidak banyak berdampak terhadap para petani. Sebab yang mendapat untung besar adalah para spekulan dan bukan petani.

Tampilkan minimal

Indeks Nilai Tukar Petani dan Upah Buruh Pertanian (Jan 2014-Agt 2018)

 
  • Sumber

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Rilis

    Badan Pusat Statistik (BPS) 2018

  • Informasi lain

    Badan Pusat Statistik (BPS)

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya