Laki-laki Mendominasi Sektor Kerja Industri

31 Agustus 2018

Sementara itu mayoritas perempuan bekerja di sektor jasa.

Menurut International Labour Organization (ILO), sektor pekerjaan dibagi tiga, yakni agrikultur (menyangkut pekerjaan di bidang pertanian, perkebunan, perhutanan, dan perikanan), industri (pertambangan, utilitas publik, manufaktur, dan konstruksi), dan jasa (perdagangan ritel, hotel, keuangan, bisnis, jasa komunitas dan sosial).

Baca selengkapnya

Persentase pekerja per gender dalam sektor pekerjaan tersebut termasuk dalam salah satu indikator perkembangan dunia (world development indicator/WDI). Pasalnya menurut kajian WDI, semakin setara hak dan kesempatan setiap gender, akan berdampak pada kemajuan bangsa secara umum.

Dalam skala global, data ILO menunjukan bahwa perempuan paling banyak menggeluti bidang jasa. Selain sektor jasa, persentase tenaga kerja perempuan lebih banyak dari laki-laki terjadi di sektor agrikultur. Pola tersebut umum ditemukan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Yang perlu menjadi perhatian adalah sektor industri yang masih didominasi oleh laki-laki. Padahal sektor ini sedang berkembang dengan sangat pesat menuju Industri 4.0, sebuah hal yang dapat dilihat sebagai kesempatan untuk memperbaiki kesenjangan gender di komposisi tenaga kerja.

Untuk meningkatkan partisipasi perempuan pada sektor industri, pendidikan dalam bidang STEM (science, technology, engineering, mathematics) dinilai menjadi solusi. Upaya tersebut patut dilakukan sejak di bangku sekolah, contohnya dengan memotivasi murid perempuan untuk mendalami STEM dan memunculkan role-model perempuan dalam bidang STEM.

Tampilkan minimal

Persentase Pekerja Perempuan dan Laki-laki di Beberapa Sektor (2016)

 
  • Sumber

    World Bank

  • Rilis

    World Bank 2016

  • Informasi lain

    World Bank

  • Embed Chart

Baca Juga

Statistik Lainnya