CEO Perusahaan Digital (Unicorn) Masuk Daftar Orang Terkaya di Indonesia

Kekayaan Para CEO Perusahaan Digital (Unicorn) versi Globe Asia 2018

Sumber : Globe Asia, Juni 2018

Disalin..

25/7/2018, 13.55 WIB

Bank Indonesia wilayah DKI Jakarta menyatakan perekonomian Ibu Kota pada 2017 tumbuh 6,22% dibanding tahun sebelumnya hanya 5,88%. Produk Domestik Bruto Regional (PDRB) DKI Jakarta pada tahun lalu yang diukur atas dasar harga berlaku mencapai Rp 2.410,37 triliun dan PDRB per kapita sebesar Rp 232,34 juta/tahun. Tumbuhnya perekonomian tersebut salah satunya didorong oleh menjamurnya perusahaan digital yang berpusat di Jakarta. Beberapa perusahaan rintisan digital (startup) kini telah menjelma menjadi unicorn (mendapatkan pendanaan lebih dari US$ 1 miliar) seperti Traveloka, Bukalapak, Go-Jek dan Tokopedia.

Perubahan perilaku masyarakat Indonesia dalam berbelanja sejalan dengan pertumbuhan perusahaan-perusahaan rintisan berbasis digital, baik di sektor perdagangan barang dan jasa (e-commerce), moda pembayaran, maupun pembiayaan. Tercatat jumlah pengguna internet yang berbelanja online pada 2017 telah mencapai 24,73 juta orang. Pertumbuhan tersebut membuat sektor digital menjadi primadona para investor pada 2018.

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat nilai investasi di sektor e-commerce pada 2017 mencapai lebih dari US$ 5 miliar. Hal tersebut menjadikan sektor e-commerce sebagai sektor ekonomi yang paling strategis saat ini. Masuknya investasi ke unicorn asal Indonesia menambah pundi-pundi kekayaan para pemiliknya. Keempat pemilik unicorn tersebut seperti Ferry Unardi, William Tanuwijaya, Achmad Zaky dan Nadiem Makarim masuk dalam daftar 150 orang terkaya Indonesia 2018 versi Globe Asia dengan kekayaan di atas US$ 100 juta.

data terkait