BPK Temukan Kerugian Negara di Sektor Migas Rp 15,9 Triliun

Temuan Kerugian Negara di Sektor Migas Oleh BPK pada Tahun Pajak 2015

Sumber : Badan Pemeriksa Keuangan, 2017

Disalin..

4/10/2017, 16.10 WIB

Dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada paruh pertama 2017 ditemukan kerugian pada penerimaan negara senilai US$ 1,18 miliar atau Rp 15,89 triliun di sektor migas. Kerugian tersebut salah satunya disebabkan oleh ketidakpatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan atas perhitungan hasil migas.

Adapun penyebab kerugian terbesar adalah pembebanan biaya-biaya yang tidak semestinya dalam penggantian biaya operasional migas (cost recovery), nilainya mencapai US$ 956 juta atau sekitar Rp 12,9 triliun. Kemudian adanya keterlambatan penyelesaian kewajiban pajak dari 17 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) hingga tahun pajak 2015 senilai US$ 209,25 juta. Ditambah potensi kehilangan penerimaan negara dari pengenaan denda atau bunga pajak minimal untuk tahun pajak 2015 senilai US$ 11,45 juta.

Selain adanya kerugian, BPK juga menemukan kelemahan pada pengendalian internal di SKK Migas. Antara lain, Standar Operasional Prosedur (SOP) serta satuan pengawas internal belum berjalan optimal.

 

TOPIK

Energi

data terkait

Anda memiliki 4 kuota artikel lagi hari ini. Silakan masuk atau mendaftar terlebih dahulu untuk mengakses seluruh artikel dan beberapa fitur lainnya.