Menurut laporan Momentum Works, Indonesia masih menjadi pasar e-commerce terbesar di Asia Tenggara sampai 2025.
Pada 2025, estimasi nilai penjualan bruto atau gross merchandise value (GMV) e-commerce di Indonesia mencapai US$57,7 miliar, setara 37% dari total GMV e-commerce regional.
(Baca: E-Commerce Sumbang 72% Ekonomi Digital Indonesia pada 2025)
Kendati pasarnya paling besar, tingkat pertumbuhan penjualan e-commerce di Indonesia paling rendah di antara negara-negara pasar utama Asia Tenggara.
Nilai GMV e-commerce di Indonesia pada 2025 hanya tumbuh 2,2% dibanding tahun 2024 (year-on-year/yoy).
Sedangkan pertumbuhan GMV di Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Singapura berkisar antara 21—51% (yoy).
Berikut rincian tingkat pertumbuhan GMV e-commerce di enam negara pasar utama Asia Tenggara pada 2025:
- Indonesia: tumbuh 2,2% (yoy)
- Thailand: tumbuh 51,8% (yoy)
- Vietnam: tumbuh 27,3% (yoy)
- Filipina: tumbuh 32,0% (yoy)
- Malaysia: tumbuh 47,6% (yoy)
- Singapura: tumbuh 21,0% (yoy)
"Tingkat pertumbuhan di Indonesia yang rendah terutama karena keluarnya Bukalapak dari e-commerce barang fisik, serta rasionalisasi GMV Tokopedia yang sehat," kata Momentum Works dalam laporannya (12/4/2026).
"Jika hanya menghitung gabungan Shopee dan TikTok Shop, GMV Indonesia tumbuh sekitar 36% (yoy)," kata mereka.
GMV yang tercatat di sini mencakup semua penjualan melalui aplikasi e-commerce yang dibayar konsumen, termasuk pesanan yang dibatalkan dan dikembalikan ke pedagang.
Adapun estimasi GMV e-commerce di Indonesia hanya mencakup penjualan lewat Shopee, Lazada, Tokopedia, Bukalapak, TikTok Shop, dan Blibli, tidak termasuk penjualan produk gaya hidup dan perjalanan.
Momentum Works membuat estimasi GMV ini berdasarkan wawancara, laporan keuangan perusahaan e-commerce dan logistik yang terdaftar di bursa saham, serta sumber data alternatif, termasuk sumber di lapangan seperti pedagang, perusahaan pemegang merek, pemain logistik, dan pemangku kepentingan lainnya.
(Baca: Tren Kunjungan ke Situs Shopee, Tokopedia, Lazada dan Blibli Kuartal I 2026)