Laporan keuangan Apple menunjukkan, raksasa teknologi ini meraup penjualan bersih US$124,3 miliar pada Desember 2024.
Pengumuman tersebut dipublikasikan per kuartal I 2025. Dalam tahun fiskal Apple, kuartal I 2025 adalah periode Oktober-Desember 2024.
Hasil penjualan bersih Apple pada periode tersebut tumbuh 4% dibanding periode sebelumnya (year-on-year/yoy) yang sebesar US$119,57 miliar pada akhir 2023.
Berdasarkan wilayahnya, penjualan terbesar dicetak di wilayah Amerika sebesar US$52,64 miliar pada Desember 2024. Angkanya naik 4,39% (yoy) dari 2023 yang sebesar US$50,43 miliar.
Meski Amerika mencetak nilai penjualan paling besar, namun pertumbuhannya tidak setinggi di Eropa yang sebesar 11,39%. Rinciannya, penjualan tercatat sebesar US$30,39 miliar pada akhir 2023, naik menjadi US$33,86 miliar pada akhir 2024.
Selanjutnya, penjualan di China dan sekitarnya, sebesar US$18,51 miliar pada akhir 2024. Angka ini ambles hingga 11,07% (yoy) dari sebelumnya US$20,81 miliar, sekaligus menjadi wilayah dengan penjualan yang paling lemah.
Penjualan Apple di Asia Pasifik pun tercatat sebesar US$10,29 miliar pada akhir 2024. Nilainya naik tipis 1,26% (yoy) dari sebelumnya US$10,16 miliar.
Sementara penjualan khusus di Jepang tercatat sebesar US$8,98 miliar pada akhir 2024. Nilai penjualan ini naik 15,7% (yoy) dari sebelumnya US$7,76 miliar—menyabet pertumbuhan paling tinggi dibanding wilayah lain.
(Baca juga: iPhone Jadi Sumber Pendapatan Terbesar Apple Kuartal I 2025)