Presiden Prabowo Subianto menyatakan akan membuat proyek "gentengisasi", yakni mengganti atap rumah yang berbahan seng menjadi genteng.
"Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi nanti proyeknya adalah proyek 'gentengisasi' seluruh Indonesia," kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, pada Senin (2/2/2026).
(Baca: Genteng Mendominasi Atap Rumah Indonesia)
"Gentengisasi" ini bisa saja menjadi proyek besar. Pasalnya, ada banyak rumah di Indonesia yang beratap seng.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2021, sebanyak 31,38% rumah tangga nasional memakai seng sebagai bahan utama atap mereka.
Jika diperinci per wilayah, penggunaan seng ini mendominasi di banyak provinsi.
Pada 2021, ada 17 provinsi yang memiliki persentase rumah beratap seng lebih dari 90%, yaitu:
- Gorontalo: 97,04% rumah tangga menggunakan seng sebagai bahan utama atap
- Papua Barat: 96,4%
- Kalimantan Utara: 95,62%
- Maluku Utara: 95,38%
- Sumatera Barat: 94,71%
- Sulawesi Utara: 94,06%
- Sulawesi Selatan: 93,27%
- Kalimantan Barat: 93%
- Nusa Tenggara Timur: 92,86%
- Sulawesi Barat: 92,62%
- Aceh: 91,9%
- Sulawesi Tengah: 91,61%
- Sumatera Utara: 91,11%
- Riau: 90,9%
- Bengkulu: 90,77%
- Maluku: 90,18%
- Sulawesi Tenggara: 90,09%
Rumah beratap seng juga mendominasi di 5 provinsi lain, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Jambi, dan Papua, dengan proporsi antara 70—85%.
Sedangkan di 12 provinsi lainnya, persentase rumah beratap seng kurang dari 50%, seperti terlihat pada grafik.
(Baca: Genteng Hanya Populer di Sedikit Provinsi Indonesia)