Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Indikator Perumahan dan Kesehatan Lingkungan 2024, persentase rumah tangga Indonesia yang mengontrak atau sewa tempat tinggal sebesar 5,06%.
Berdasarkan provinsi, rumah tangga yang paling banyak mengontrak tempat tinggal ada di Jakarta, diikuti Kepulauan Riau dan Bali.
“Pada 2024, dari 100 rumah tangga, terdapat 5 rumah tangga dengan status kepemilikian banguan tempat tinggal kontrak/sewa,” kata BPS dalam laporannya.
Adapun 10 provinsi dengan rumah tangga yang paling banyak mengontrak pada 2024, yaitu:
- Jakarta: 21,30%
- Kepulauan Riau: 18,78%
- Bali: 11,01%
- Papua: 10,44%
- Kalimantan Timur: 10,15%
- Sumatera Utara: 9,50%
- Kalimantan Utara: 9,34%
- Riau: 7,98%
- Papua Tengah: 7,80%
- Sumatera Barat: 7,14%.
(Baca: Statistik Persentase Kepemilikan Rumah Milik Sendiri Milik Sendiri Periode 2013-2024)
Beberapa waktu lalu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan pemerintah telah menyetujui peningkatan kuota penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi 2025 dinaikkan dari 220.000 unit menjadi 350.000 unit. Ia menerima komitmen dari 10 bank milik negara untuk menyalurkan hampir 85% dari kuota atau 296.000 unit sepanjang 2025.
Maruarar mengakui payung hukum penambahan kuota tersebut masih dalam tahap penyusunan. Namun, ia mengklaim penambahan kuota telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Kementerian BUMN, dan DPR.
“Mulai hari ini kita bicara kuota FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) adalah 350.000 unit. Jadi, kuota 220.000 unit sudah tidak berlaku lagi. Saya sudah dapat dukungan 100% dari presiden,” kata Maruarar di Kantor Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Selasa (27/5/2025).
(Baca: Pengeluaran Bulanan Penduduk di 38 Provinsi RI Awal 2024)