Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total pengeluaran telepon rumah kelompok miskin seluruh Indonesia pada 2025 mencapai Rp151,15 ribu .
Pengeluaran telepon rumah kelompok miskin tersebut naik 20,45% dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Statistik Pengeluaran Telekomunikasi Kelompok Kelas Atas Periode 2013-2025)
Bali mencatatkan pengeluaran telepon rumah kelompok miskin tertinggi dengan Rp40.000. Di provinsi ini, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan data tahunan di wilayah ini naik 316,67% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan selisih cukup besar dibandingkan peringkat sebelumnya, DI Yogyakarta berada di urutan kedua. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pengeluaran telepon rumah kelompok miskin di provinsi ini tumbuh 150,62%. Jumlah pengeluaran telepon rumah kelompok miskin di provinsi ini dilaporkan Rp14,54 ribu. Sedangkan untuk statistik tahunan jumlah pengeluaran telepon rumah kelompok miskin terlihat naik 150,62% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak Rp5.800 .
Berikutnya, pengeluaran telepon rumah kelompok miskin di Jawa Timur naik 229,27% menjadi Rp12,98 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pengeluaran telepon rumah kelompok miskin di Jambi naik 185,19% menjadi Rp12,83 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya dan pengeluaran telepon rumah kelompok miskin di Sulawesi Tengah turun 28,57% menjadi Rp11,57 ribu dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya
(Baca: Pengeluaran Telekomunikasi Kelompok Menuju Kelas Menengah Kalimantan Timur Tertinggi pada 2025)
Berikut ini sepuluh provinsi dengan pengeluaran telepon rumah kelompok miskin tertinggi pada 2025:
- Bali Rp40.000
- DI Yogyakarta Rp14,54 ribu
- Jawa Timur Rp12,98 ribu
- Jambi Rp12,83 ribu
- Sulawesi Tengah Rp11,57 ribu
- Papua Barat Rp10.875
- Sulawesi Tenggara Rp7.800
- Sumatera Selatan Rp7.500
- Maluku Utara Rp7.200
- Papua Rp7.141,67