Indonesia membukukan impor dengan Swedia sebesar US$ 559,25 juta data per Desember 2021. Nilai tersebut naik 28,53% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 435,12 juta.
Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Swedia, impor dalam 10 tahun terakhir telah banyak berkurang. Terendah impor Indonesia adalah US$ 435,12 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 1,3 miliar.
Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Swedia, 0,04 ribu produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Kebanyakan produk impor dari tempat ini, merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain yang jumlahnya tercatat ada 0,07 ribu produk.
Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Swedia. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.
- Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler
Masuk dalam kode HS 84, Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan dan bagiannya. Impor produk ini dari Swedia berada di urutan pertama. Dari negara ini, Indonesia mengimpor senilai US$ 156,5 juta. Nilai impor Mesin, peralatan mekanis, reaktor nuklir, boiler;bagiannya ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 141,6 juta.
- Kendaraan selain stok kereta api atau trem, dan suku cadang dan aksesorinya
Di urutan kedua, impor Indonesia paling banyak adalah produk Kendaraan selain stok kereta api atau trem, dan suku cadang dan aksesorinya. Nilai impor dari Swedia pada 2021 tercatat US$ 89.269 ribu. Angka ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 27.277 ribu.
- Bubur kayu atau bahan selulosa berserat lainnya
Selain itu , Indonesia juga mengimpor senilai US$ 79.969 ribu Bubur kayu atau bahan selulosa berserat lainnya dari Swedia. Nilai impor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 64.717 ribu. Data Trademap memperlihatkan aktivitas dagang Indonesia mengimpor Bubur kayu atau bahan selulosa berserat lainnya dari 33 negara. Impor Bubur kayu atau bahan selulosa berserat lainnya dari negara ini berada di urutan ketujuh. Lima negara lain yang menjadi sumber impor Bubur kayu atau bahan selulosa berserat lainnya adalah Amerika Serikat, Kanada, Italia, Britania Raya dan Selandia Baru.
- Kertas dan kertas kertas
Impor Kertas dan kertas kertas dari negara ini berada di urutan sembilan. Pada 2021, Indonesia tercatat melakukan impor US$ 56.135 ribu. Selain negara tersebut, impor terbesar Kertas dan kertas kertas berasal dari Cina, Thailand, Korea, Republik, Vietnam dan Singapura.
- Produk Kimia Lain -lain
Di urutan berikutnya , Indonesia juga mengimpor senilai US$ 31.184 ribu Produk Kimia Lain -lain dari Swedia. Nilai impor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 18.346 ribu. Produk ini diperoleh dengan mendatangkannya dari 75 negara. Impor Produk Kimia Lain -lain dari Swedia tercatat berada di urutan 12. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah Cina, Jepang, Korea, Republik, Singapura dan Amerika Serikat.