Indonesia Paling Banyak Impor Reaktor Nuklir dari Turki. pada 2023

1
Agus Dwi Darmawan 25/03/2026 11:02 WIB
Image Loader
Memuat...
Produk Utama yang Diimpor Indonesia dari Turki. pada 2023
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Indonesia membukukan impor dengan Turki. senilai US$ 598,25 juta data per Desember 2023. Nilai tersebut naik 16,12% dibandingkan impor tahun sebelumnya yang tercatat senilai US$ 515,18 juta.

Rekam jejak perdagangan Indonesia dengan Turki. impor dalam 10 tahun terakhir jumlahnya telah cukup banyak berkurang. Terendah impor Indonesia adalah US$ 249,82 juta dan untuk impor tertinggi di angka US$ 1,07 miliar.

(Baca: Inilah Produk yang Banyak Diimpor Indonesia dari Guiana pada 2023)

Dari total 97 produk (kode HS dua digit) yang diimpor dari Turki. 59 produk bernilai lebih dari satu miliar dolar. Selain itu menurut data Trademap, dari negara ini terdapat 82 produk utama Indonesia yang diimpor setiap tahun. Artinya, ada ketergantungan cukup besar untuk produk-produk impor tersebut. Lainnya, sebagian besar produk merupakan impor produk yang juga banyak diimpor dari negara lain.

Berikut ini adalah daftar lima produk utama yang diimpor Indonesia dari Turki. Urutan ini disusun mulai dari transaksi dengan nilai yang terbesar.

  1. Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik
  2. Di urutan pertama, Indonesia banyak mengimpor Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik. Dalam klasifikasi tradmap, Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik masuk kategori produk HS dengan kode 84. Produk ini merupakan jenis barang impor yang dikelompokkan bersama dengan suku cadang.

    Pada 2023, Indonesia tercatat mengimpor US$ 158,93 juta. Nilai impor Reaktor nuklir, boiler, mesin, dan peralatan mekanik; suku cadang. ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 85.602 ribu.

  3. Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari penyulingannya
  4. (Baca: Ekspor Lemak dan Minyak Hewan Indonesia ke Afrika Selatan. Turun Menjadi US$ 390,65 Juta)

    Masuk dalam kode HS 27, Bahan bakar mineral, minyak mineral, dan produk dari penyulingannya merupakan kelompok produk barang impor yang dikategorikan bersama dengan zat bituminus dan mineral. Indonesia mengimpor senilai US$ 82,42 juta.

  5. Bahan kimia anorganik
  6. Selain itu, Indonesia banyak mengimpor Bahan kimia anorganik dari Turki. Nilai impor produk ini tercatat US$ 60,67 juta. Jumlah ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 58.907 ribu. Produk ini diperoleh dengan mendatangkannya dari satu negara. Impor Bahan kimia anorganik dari Turki. tercatat merupakan yang terbesar. Lima negara lain yang menjadi sumber impor Bahan kimia anorganik adalah Cina, Korea, Republik, Amerika Serikat. Jerman. dan Chili.

  7. Tembakau dan pengganti tembakau yang diproduksi
  8. Impor produk lainnya adalah Tembakau dan pengganti tembakau yang diproduksi senilai US$ 37,89 juta. Nilai impor produk ini naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 30.485 ribu. Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari satu negara. Impor Tembakau dan pengganti tembakau yang diproduksi dari Turki. tercatat merupakan yang terbesar. Negara lain yang masuk lima besar suplier produk impor ini ke Indonesia adalah China, Arab Uni Emirat, Polandia. Jerman. dan Brasil..

  9. Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. .
  10. Di urutan berikutnya Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. . dalam klasifikasi Trademap masuk kategori produk HS dengan kode 90. Indonesia mengimpor senilai US$ 25,4 juta, naik dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat US$ 7.152 ribu. Selain Turki. Indonesia juga mengandalkan impor Optik, fotografi, sinematografi, pengukuran, pemeriksaan, presisi, medis atau bedah. . dari Amerika Serikat. Jerman. China, Belanda. dan Jepang. Selain negara utama tersebut, Indonesia tercatat mengimpor produk ini dari -4 negara lainnya.

Data Populer

Loading...