Provinsi Riau pada Januari 2026 mencatatkan volume ekspor total sebesar 2,08 juta ton. Sedangkan untuk ekspor menurut kelompok barang kode SITC (Standard International Trade Classification) 25 pulp dan kertas, ekspor dari provinsi ini pada Januari 2026 dilaporkan turun menjadi 204,94 juta ton.
Turunnya nilai ekspor ini melanjutkan tren kondisi lima bulan terakhir yang terus menurun. Bank Indonesia (BI) melaporkan, volume ekspor bulanan pada Januari 2025 silam yang tercatat lebih tinggi yakni 324,26 juta ton.
(Baca: Produksi Wortel Periode 2013-2024)
Riau dalam rekap dokumen pabean impor mencatatkan 21 kelompok barang yang di ekspor dari provinsi ini. Barang-barang tersebut dikelompokkan dalam SITC 2 digit. Kelompok barang dengan volume ekspor tertinggi yakni volume ekspor SITC kode 42 minyak dan lemak nabati .
(Baca: Volume Ekspor Logam tidak Mengandung Besi Provinsi Jawa Timur Januari 2026)
Data historis 13 bulan terakhir, ekspor dari Riau dengan volume tertinggi pernah dicatatkan pada November 2025 sebesar 353,92 juta ton dan terendahnya terjadi pada Januari 2026 dengan volume ekspor 204,94 juta ton.
Berikut ini adalah ekspor dari provinsi Riau menurut kode SITC 2 digit dengan volume ekspor tertinggi per Januari 2026:
- SITC kode 42 minyak dan lemak nabati 1,04 miliar ton
- SITC kode lain lain 588,91 juta ton
- SITC kode 64 kertas, kertas karton dan olahannya 264,52 juta ton
- SITC kode 25 pulp dan kertas 204,94 juta ton
- SITC kode 51 kimia organis 89,33 juta ton
- SITC kode 24 kayu dan gabus 4,47 juta ton
- SITC kode 23 karet mentah, sintetis dan pugaran 1,86 juta ton
- SITC kode 69 barang-barang logam lainnya 44,39 ribu ton
- SITC kode 76 alat telekomunikasi 20 ton
- SITC kode 77 mesin listrik, aparat dan alat-alatnya 10 ton