- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) Gorontalo mencatat jumlah sekolah SMA di provinsi ini mencapai 71 unit pada tahun 2024. Berdasarkan data historis selama 7 tahun terakhir, angka ini tidak mengalami penambahan dibandingkan tahun 2023 yang juga tercatat 71 unit. Sejak tahun 2018 yang hanya memiliki 63 unit sekolah SMA, Gorontalo mencatat pertumbuhan total penambahan 8 unit sekolah dalam kurun waktu 6 tahun, sebelum akhirnya stagnan pada tahun 2023 dan 2024.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Jambi 2018 - 2024)
Pada tahun 2024, dari total 71 unit sekolah SMA di Gorontalo, sebanyak 62 unit merupakan SMA Negeri dan sisanya 9 unit merupakan SMA Swasta. Baik jumlah sekolah negeri maupun swasta tidak mengalami perubahan angka dibandingkan tahun 2023. Dari komposisi tersebut, 87,3% sekolah SMA di Gorontalo adalah sekolah negeri, sementara sekolah swasta hanya menyumbang 12,7% dari total seluruh sekolah menengah atas di wilayah ini.
Jumlah penduduk usia sekolah 16-18 tahun di Gorontalo terus menunjukkan tren penurunan setiap tahun. Pada tahun 2023 tercatat sebanyak 60.190 jiwa, turun lebih dari 4.000 jiwa dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 64.100 jiwa. Secara nasional, Gorontalo juga menempati urutan terbawah untuk jumlah penduduk usia SMA, yakni urutan 33 pada tahun 2023, turun satu peringkat dari posisi 32 yang dipertahankan selama empat tahun sebelumnya.
(Baca: Tujuan Mengakses Internet Penduduk Desa dan Kota Finansial Finansial Periode 2017-2024)
Data pendukung juga menunjukkan penurunan jumlah tenaga pengajar SMA di Gorontalo. Pada tahun 2024, tercatat ada 2.020 orang guru SMA, menurun sebesar 2,6% dibandingkan tahun 2023 yang memiliki 2.073 orang guru. Untuk tenaga pendidik dan kepala sekolah, tercatat 1.911 orang bertugas di SMA Negeri sedangkan hanya 109 orang di SMA Swasta, dengan masing-masing mencatat penurunan sebesar 2% dan 11,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Stagnannya penambahan jumlah sekolah SMA di tengah terus menurunnya jumlah penduduk usia sekolah menjadi catatan tersendiri bagi kebijakan pendidikan di Gorontalo. Tren penurunan jumlah siswa dan tenaga pengajar yang juga terjadi secara serentak memerlukan evaluasi menyeluruh untuk menjamin kualitas layanan pendidikan menengah atas di provinsi ini.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Mei) | 3,08% | +0.66 | |
| Inflasi mom (Mei) | 0,28% | +0.15 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.906 | +0.41 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Apr) | 89,10 | -97.32 | |
| Ekspor Migas (Apr) | 1,16 | -9.81 | |
| Impor Migas (Apr) | 4,60 | +45.09 | |
| Ekspor (Apr) | 25,30 | +12.32 | |
| Impor (Apr) | 25,21 | +31.28 | |
| Kunjungan Wisman (Apr) | 1,25 | +14.75 | |
| NTP (Mei) | 113,79 | +1.34 |