Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kota Pekalongan pada tahun 2024 mencapai 289057 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 27 persen dibandingkan tahun 2023 yang hanya tercatat 227596 rupiah per kapita per bulan. Kenaikan ini terjadi setelah dua tahun berturut-turut sebelumnya menunjukkan penurunan nilai pengeluaran pada kategori tersebut.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Utara 2015 - 2024)
Sepanjang periode 2018 sampai 2024, pengeluaran aneka barang dan jasa Kota Pekalongan menunjukkan pergerakan naik turun yang jelas. Pada tahun 2021 tercatat pengeluaran tertinggi sepanjang periode yaitu 367099 rupiah per kapita per bulan, sebelum kemudian turun masing-masing sebesar 16,4 persen pada tahun 2022 dan 25,9 persen pada tahun 2023. Anomali terjadi pada tahun 2021 dimana lonjakan pengeluaran mencapai 54,6 persen dari tahun sebelumnya, menjadi kenaikan tertinggi sepanjang tujuh tahun periode data.
Untuk kategori pengeluaran tahun 2024, Kota Pekalongan menempati urutan ke 9 dari 35 kabupaten dan kota di seluruh Provinsi Jawa Tengah. Secara nasional wilayah ini menempati urutan 149, sedangkan pada tingkat pulau Jawa menempati urutan ke 45. Urutan ini tidak berubah dibandingkan posisi ranking tahun sebelumnya untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa.
Berdasarkan perbandingan dengan wilayah lain di Jawa Tengah, lima wilayah dengan pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi tahun 2024 adalah Kota Salatiga 487824 rupiah, Kota Magelang 465439 rupiah, Kota Semarang 440252 rupiah, Kota Surakarta 370546 rupiah dan Kota Tegal 347861 rupiah. Dari kelima wilayah tersebut hanya tiga yang mencatatkan pertumbuhan positif, yaitu Kota Salatiga 16,7 persen, Kota Magelang 23 persen dan Kota Semarang 13 persen.
Kota Semarang
Kota Semarang mencatatkan total pengeluaran per kapita per bulan seluruh kategori sebesar 2237782 rupiah pada tahun 2024, menempati urutan pertama seluruh wilayah di Provinsi Jawa Tengah. Pengeluaran makanan mencapai 914785 rupiah sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 1322997 rupiah. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 14,3 persen untuk total pengeluaran, dengan pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 14,7 persen dan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan sebesar 12,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ranking Kota Semarang tidak berubah dari tahun sebelumnya.
(Baca: Nilai Ekspor Kimia Inorganis Provinsi Kalimantan Timur Februari 2026)
Kota Salatiga
Kota Salatiga menempati urutan kedua di Provinsi Jawa Tengah untuk total pengeluaran per kapita dengan nilai 2126512 rupiah pada tahun 2024. Meskipun menempati urutan kedua, wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 10,9 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan Kota Salatiga tercatat 811317 rupiah sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 1315195 rupiah. Penurunan terutama terjadi pada kategori pengeluaran bukan makanan yang turun sebesar 14,4 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Surakarta
Kota Surakarta menempati urutan ketiga di Provinsi Jawa Tengah dengan total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 1702178 rupiah pada tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 12,4 persen untuk total pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan tercatat 759788 rupiah dengan penurunan sedikit 0,9 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 942391 rupiah dan turun sebesar 3,7 persen. Posisi ranking Kota Surakarta tetap di urutan ketiga selama dua tahun berturut-turut.
Kota Magelang
Kota Magelang menempati urutan keempat di Provinsi Jawa Tengah dengan total pengeluaran per kapita per bulan sebesar 1670216 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini hampir tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya dengan perubahan hanya 0 persen. Pengeluaran makanan wilayah ini tercatat 689220 rupiah dan turun sebesar 6,6 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 980996 rupiah dan naik sedikit 1,8 persen. Posisi ranking Kota Magelang tetap stabil di urutan keempat untuk periode dua tahun terakhir.