Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kota Binjai Sumatera Utara pada tahun 2025 mencapai 231570 Rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 4,4 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih sebesar 10655 Rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2024 sebelumnya, pengeluaran kategori ini tercatat mencapai angka pengeluaran tertinggi sepanjang periode data 2018 sampai 2025 yaitu 242225 Rupiah.
(Baca: Harga Gula Pasir Lokal di Gorontalo Termahal Se-Indonesia (Kamis, 13 Agustus 2026))
Sepanjang 8 tahun periode data, pengeluaran makanan dan minuman jadi Kota Binjai tercatat mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat sedikit turun 0,8 persen, kemudian naik 20,6 persen pada tahun 2020, naik kembali 10,5 persen pada tahun 2021, sedikit turun 3,1 persen pada tahun 2022, naik 7,2 persen pada tahun 2023, naik 30,9 persen pada tahun 2024 dan terakhir sedikit turun 4,4 persen pada tahun 2025. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2024, sementara penurunan terbesar juga terjadi pada tahun 2025.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 57,9 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk seluruh kategori makanan. Nilai tersebut juga setara dengan 16,7 persen dari total keseluruhan pengeluaran masyarakat Kota Binjai untuk seluruh barang dan jasa per kapita setiap bulannya. Sebagai perbandingan, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di wilayah ini tercatat mencapai 131091 Rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan data perbandingan seprovinsi Sumatera Utara, Kota Binjai menempati urutan ke 7 dari 33 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025. Urutan ini berada tepat di bawah Kota Padang Sidimpuan dan di atas Kabupaten Deli Serdang. Secara nasional, Kota Binjai menempati urutan 166 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan di lingkup pulau Sumatera menempati urutan ke 42.
Perbandingan Dengan Wilayah Lain Di Sumatera Utara
Kabupaten Karo menempati urutan pertama seprovinsi Sumatera Utara untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 dengan nilai 317164 Rupiah per kapita per bulan, mengalami kenaikan 7,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Diikuti Kota Tebing Tinggi pada urutan kedua dengan nilai 315680 Rupiah dan pertumbuhan 8,7 persen, Kota Sibolga urutan ketiga 306440 Rupiah dengan pertumbuhan sama 8,7 persen, serta Kota Medan pada urutan keempat dengan nilai 273606 Rupiah yang justru mengalami penurunan 9,7 persen. Seluruh urutan ranking teratas ini tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Harga Gula Pasir Lokal di Pasar Modern Jambi Hari Ini Stabil di Rp18,6 Ribu per Kg, Update 13 Agustus 2026)
Pola Pengeluaran Total Masyarakat
Untuk total pengeluaran keseluruhan makanan dan bukan makanan, Kota Medan masih menjadi wilayah dengan nilai tertinggi se Sumatera Utara pada tahun 2025 yaitu 2143068 Rupiah per kapita per bulan, meskipun mengalami sedikit penurunan 1,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Kota Binjai untuk kategori total pengeluaran ini menempati urutan ke 10 seprovinsi, dengan nilai 1544735 Rupiah per kapita per bulan dan mengalami kenaikan 7,1 persen. Nilai pertumbuhan ini termasuk di atas rata-rata pertumbuhan kabupaten kota lain di provinsi ini.
Indikator Pengeluaran Bukan Makanan
Pada kategori pengeluaran bukan makanan, Kota Medan juga tetap memimpin dengan nilai 1193745 Rupiah per kapita per bulan, meskipun mengalami sedikit penurunan 3 persen pada tahun 2025. Kota Binjai pada kategori ini menempati urutan ke 13 se Sumatera Utara dengan nilai 632190 Rupiah per kapita per bulan, mencatatkan kenaikan sebesar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pada kategori ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pengeluaran makanan yang tercatat sebesar 8,6 persen untuk wilayah yang sama.
Catatan Periode Lima Tahun Terakhir
Sepanjang lima tahun terakhir terhitung sejak tahun 2021 sampai 2025, rata-rata pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi Kota Binjai mencapai 6,8 persen per tahun. Meskipun pada tahun terakhir tercatat penurunan, nilai pengeluaran tahun 2025 masih 30 persen lebih tinggi dibandingkan nilai pengeluaran pada tahun 2020. Tidak terdapat anomali nilai yang menyimpang jauh di luar pola pergerakan normal sepanjang seluruh periode data yang tersedia.