Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio Non Performing Loan (Non Performing Loan (NPL)) Bank Umum untuk lapangan usaha jasa kesehatan dan kegiatan sosial di Provinsi Kalimantan Utara pada Mei 2026 tercatat sebesar 0,49. Selama 27 bulan periode pengamatan dimulai Januari 2024, nilai Non Performing Loan (NPL) ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan perubahan total mencapai 4800 persen dari nilai awal 0,01. Rata-rata pertumbuhan 3 bulan terakhir tercatat 0,6944 persen, sedangkan rata-rata pertumbuhan 5 bulan terakhir justru tercatat minus 0,7758 persen. Artinya dalam jangka pendek 3 bulan terakhir Non Performing Loan (NPL) mengalami sedikit kenaikan, namun untuk kurun 5 bulan terakhir justru menunjukkan sedikit penurunan. Nilai Non Performing Loan (NPL) Mei 2026 ini berada di atas rata-rata seluruh periode sebesar 0,273.
(Baca: Harga Komoditas Nikel untuk Kontrak 3 Bulan ke Depan Turun Menuju Level US$16.850 /Ton (Kamis, 13 Agustus 2026))
Data historis menunjukkan rekor nilai NPL tertinggi wilayah ini terjadi pada November 2025 dengan nilai 0,6. Setelah mencapai titik puncak tersebut, nilai NPL mengalami penurunan bertahap hingga menyentuh 0,48 pada Maret dan April 2026, sebelum kembali sedikit naik 0,01 poin pada Mei 2026. Kenaikan paling drastis dalam seluruh periode tercatat pada Januari 2025 dengan pertumbuhan 1100 persen dibanding bulan sebelumnya, serta kenaikan 66,67 persen pada November 2025. Nilai terendah secara konsisten tercatat sebesar 0,01 selama periode Januari hingga Agustus 2024.
Pada periode Mei 2026, Kalimantan Utara berada di peringkat 5 dari seluruh provinsi di Pulau Kalimantan untuk indikator NPL jasa kesehatan ini. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 26 dari seluruh provinsi di Indonesia. Nilai NPL Kalimantan Utara sebesar 0,49 lebih rendah dibanding Kalimantan Barat yang mencatatkan nilai 1,26 pada periode yang sama. Dibanding seluruh wilayah perbandingan yang tercatat, hanya Bengkulu, Gorontalo dan Papua Barat yang memiliki nilai NPL lebih rendah dibanding Kalimantan Utara.
Kalimantan Barat
Kalimantan Barat menempati peringkat 4 di wilayah Pulau Kalimantan dan peringkat 23 secara nasional untuk indikator NPL jasa kesehatan periode terakhir. Wilayah ini mencatatkan nilai NPL sebesar 1,26, merupakan nilai tertinggi diantara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Nilai ini tercatat mengalami penurunan sebesar 3,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan selisih nilai minus 0,04 poin. Meskipun mengalami penurunan, nilai NPL Kalimantan Barat masih lebih dari dua kali lipat nilai NPL Kalimantan Utara pada periode yang sama, dan menempatkan wilayah ini sebagai salah satu provinsi dengan rasio kredit bermasalah sektor kesehatan tertinggi di Pulau Kalimantan.
Maluku
Provinsi Maluku menempati peringkat 1 untuk wilayahnya dan peringkat 24 secara nasional pada periode pengamatan terakhir. Nilai NPL sektor jasa kesehatan di wilayah ini tercatat sebesar 0,98, mengalami kenaikan sedikit sebesar 1,03 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai ini merupakan yang kedua tertinggi setelah Kalimantan Barat pada daftar perbandingan, lebih dari 100 persen lebih tinggi dibanding nilai NPL Kalimantan Utara. Pertumbuhan positif kecil ini terjadi setelah pada bulan sebelumnya wilayah ini mencatatkan nilai NPL sebesar 0,97, menunjukkan kondisi yang cenderung stagnan dalam dua bulan terakhir.
Kepulauan Riau
(Baca: Update 2023: Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Provinsi di Banten 3,71 Juta Unit)
Kepulauan Riau menempati peringkat 8 di wilayah Sumatera dan peringkat 25 secara nasional untuk indikator ini. Nilai NPL jasa kesehatan provinsi ini tercatat sebesar 0,92 pada periode terakhir, mengalami penurunan sangat signifikan sebesar 21,37 persen dibandingkan bulan sebelumnya dengan selisih nilai minus 0,25 poin. Penurunan ini merupakan penurunan terbesar diantara seluruh wilayah dalam daftar perbandingan. Meskipun mengalami penurunan yang sangat besar, nilai NPL Kepulauan Riau masih tetap hampir dua kali lipat lebih tinggi dibanding nilai yang tercatat untuk Kalimantan Utara pada periode yang sama.
Bengkulu
Bengkulu menempati peringkat 9 di wilayah Sumatera dan peringkat 27 secara nasional, mencatatkan nilai NPL sebesar 0,44 pada periode terakhir. Wilayah ini mengalami kenaikan paling drastis diantara seluruh wilayah perbandingan dengan pertumbuhan sebesar 175 persen dibandingkan bulan sebelumnya, dengan selisih kenaikan nilai sebesar 0,28 poin. Nilai NPL Bengkulu sedikit lebih rendah dibanding nilai Kalimantan Utara sebesar 0,49, menjadikan kedua wilayah ini memiliki nilai NPL yang hampir berdekatan pada periode Mei 2026 meskipun memiliki tren pertumbuhan yang sangat berbeda satu sama lain.
Gorontalo
Gorontalo menempati peringkat 3 di wilayah Sulawesi dan peringkat 28 secara nasional untuk indikator NPL sektor jasa kesehatan. Nilai NPL provinsi ini tercatat stagnan sebesar 0,39 tanpa perubahan nilai sama sekali dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai ini lebih rendah sebesar 0,1 poin dibanding nilai NPL Kalimantan Utara pada periode yang sama. Tidak adanya perubahan nilai ini menunjukkan bahwa resiko kredit bermasalah pada sektor kesehatan di wilayah ini cenderung stabil pada dua bulan terakhir, tanpa adanya tekanan kenaikan maupun penurunan yang berarti selama periode pengamatan.
Papua Barat
Papua Barat menempati peringkat 2 di wilayah Papua dan berbagi peringkat 28 secara nasional bersama Gorontalo untuk indikator ini. Nilai NPL jasa kesehatan di wilayah ini tercatat sebesar 0,39 pada periode terakhir, mengalami kenaikan sedikit sebesar 2,63 persen dibandingkan bulan sebelumnya dengan selisih kenaikan sebesar 0,01 poin. Nilai ini merupakan nilai terendah diantara seluruh wilayah yang tercatat dalam daftar perbandingan, lebih rendah sebesar 0,1 poin dibandingkan nilai yang tercatat untuk Provinsi Kalimantan Utara pada periode Mei 2026.