Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Pasaman pada tahun 2024 sebesar 33.763 Rupiah, yang menunjukkan penurunan 16,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini terjadi setelah pengeluaran mencapai titik tertinggi pada tahun 2023 sebesar 40.484 Rupiah. Pengeluaran perawatan kulit ini menyumbang sekitar 22 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang sebesar 152.604 Rupiah.
Dibandingkan dengan kategori pengeluaran lain, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Pasaman tahun 2024 lebih tinggi dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan sebesar 27.346 Rupiah, namun jauh lebih rendah dari pengeluaran untuk sabun mandi (46.952 Rupiah) dan rokok serta tembakau (112.627 Rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan jadi di wilayah ini bahkan mencapai 196.878 Rupiah, lima kali lebih tinggi dari pengeluaran perawatan kulit.
(Baca: Jumlah Kabupaten dan Kota Periode 2013-2024)
Secara historis, pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Pasaman mengalami fluktuasi dari tahun 2018 hingga 2024. Tahun 2018, pengeluaran sebesar 23.684 Rupiah, naik sedikit menjadi 25.808 Rupiah pada 2019, lalu turun sedikit menjadi 24.762 Rupiah pada 2020. Tahun 2021 terjadi kenaikan signifikan sebesar 39,8 persen menjadi 34.625 Rupiah, diikuti kenaikan berturut-turut pada 2022 (36.637 Rupiah) dan 2023 (40.484 Rupiah) sebelum penurunan pada 2024.
Pada tahun 2024, Kabupaten Pasaman menempati peringkat ke-18 dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat dalam hal pengeluaran perawatan kulit. Hanya Kabupaten Padang Pariaman yang berada di bawahnya dengan pengeluaran 30.501 Rupiah. Dibandingkan dengan peringkat teratas, Kabupaten Tanah Datar yang memiliki pengeluaran 77.227 Rupiah, pengeluaran perawatan kulit di Pasaman hanya sekitar 43,7 persen dari nilai tersebut.
Lima kabupaten/kota dengan pengeluaran perawatan kulit tertinggi di Sumatera Barat tahun 2024 adalah Kabupaten Tanah Datar (77.227 Rupiah, kenaikan 54,6 persen dari 2023), Kota Padang Panjang (73.755 Rupiah, kenaikan 18,2 persen), Kota Payakumbuh (71.951 Rupiah, penurunan 17,7 persen), Kota Padang (68.861 Rupiah, kenaikan 15,4 persen), dan Kota Sawahlunto (67.678 Rupiah, penurunan 18,3 persen). Kebanyakan wilayah teratas mengalami kenaikan pengeluaran, berbeda dengan Pasaman yang mengalami penurunan cukup signifikan.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Bukan Makanan
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Selatan 2018 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Padang sebagai wilayah dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tertinggi di Sumatera Barat tahun 2024, sebesar 1.051.706 Rupiah dengan kenaikan 2,1 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Pasaman berada di peringkat ke-18 dengan nilai 439.838 Rupiah, yang menunjukkan kenaikan 9,1 persen dari 2023. Wilayah lain seperti Kabupaten Pasaman Barat berada di peringkat ke-14 dengan 545.413 Rupiah (kenaikan 7,5 persen), sementara Kota Solok dan Kabupaten Pesisir Selatan adalah satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan pengeluaran non-makanan, masing-masing sebesar 6,5 persen dan 1,3 persen.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Kota Padang Panjang sebagai wilayah dengan pengeluaran total makanan dan bukan makanan tertinggi di Sumatera Barat tahun 2024, sebesar 2.182.054 Rupiah dengan kenaikan 19,3 persen dari 2023. Kabupaten Pasaman berada di peringkat terendah ke-19 dengan nilai 1.118.750 Rupiah, yang mengalami penurunan 9 persen dari tahun sebelumnya. Kota Padang berada di peringkat ke-2 dengan 1.974.416 Rupiah (penurunan 0,4 persen), sementara banyak wilayah teratas mengalami kenaikan pengeluaran total, berbeda dengan Pasaman yang mengalami penurunan.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Untuk Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Padang Panjang sebagai wilayah dengan pengeluaran makanan tertinggi di Sumatera Barat tahun 2024, sebesar 1.239.644 Rupiah dengan kenaikan 63,8 persen yang sangat signifikan dari 2023. Kabupaten Pasaman berada di peringkat ke-19 dengan nilai 678.912 Rupiah, yang mengalami kenaikan 9,9 persen dari tahun sebelumnya. Wilayah lain seperti Kota Padang berada di peringkat ke-2 dengan 922.710 Rupiah (kenaikan 10,6 persen), dan kebanyakan wilayah di provinsi ini mengalami kenaikan pengeluaran makanan, meskipun dengan persentase yang bervariasi.