Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Luwu Timur tahun 2024 mencapai 153852 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sedikit sebesar 0,4 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih nilai sebesar 622 Rupiah per orang setiap bulannya. Pada tahun 2024 ini, Kabupaten Luwu Timur menempati urutan ke 13 dari 24 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Provinsi Sulawesi Selatan untuk kategori pengeluaran ini.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Banten 2015 - 2024)
Sepanjang periode 2018 sampai 2024, pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Setelah kenaikan sebesar 13,1 persen pada tahun 2019, nilai ini turun dua tahun berturut-turut yaitu sebesar 11 persen pada tahun 2020 dan 2 persen pada tahun 2021. Kemudian nilai kembali naik pada tahun 2022 sebesar 9,3 persen, lanjut naik 7,1 persen pada tahun 2023, sebelum akhirnya hanya mengalami kenaikan sedikit pada tahun 2024.
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 11,1 persen dari total rata-rata pengeluaran per kapita sebulan masyarakat Kabupaten Luwu Timur tahun 2024. Nilai ini juga berada dibawah pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 169886 Rupiah per kapita per bulan, serta masih dibawah pengeluaran untuk sabun mandi yang tercatat 73104 Rupiah per orang setiap bulannya. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 358 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah di Sulawesi Selatan, terdapat lima wilayah dengan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi tahun 2024. Urutan pertama dipegang Kota Makassar dengan nilai 256128 Rupiah yang tumbuh 3 persen, disusul Kota Palopo 248024 Rupiah tumbuh 1,9 persen, Kabupaten Bantaeng 241707 Rupiah tumbuh 38,9 persen, Kabupaten Pinrang 231885 Rupiah tumbuh 16,5 persen, dan Kabupaten Sidenreng Rappang 231035 Rupiah tumbuh 23,4 persen. Seluruh urutan rank lima teratas ini tidak mengalami perubahan posisi dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Makassar
Kota Makassar secara konsisten menempati urutan pertama di seluruh Sulawesi Selatan untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan mencapai 1803702 Rupiah, dengan pengeluaran bukan makanan saja tercatat 1012020 Rupiah per orang setiap bulan. Meskipun total pengeluaran gabungan mengalami penurunan sebesar 3,6 persen, pengeluaran untuk kategori makanan justru naik sebesar 5,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak ada kabupaten lain di provinsi ini yang mampu mendekati nilai pengeluaran per kapita Kota Makassar.
(Baca: Nilai Ujian Tes Terstandar Masuk ke SMA4 Kota Depok 2025)
Kota Palopo
Sebagai wilayah urutan kedua tertinggi di Sulawesi Selatan, Kota Palopo mencatat total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan sebesar 1583231 Rupiah per kapita per bulan tahun 2024. Pengeluaran bukan makanan di wilayah ini tumbuh sebesar 21,3 persen, sementara pengeluaran makanan mengalami kenaikan sangat signifikan sebesar 24,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran gabungan memang mengalami penurunan 9 persen, namun pertumbuhan pada kategori makanan menjadikan Kota Palopo tetap mempertahankan posisi rank kedua secara konsisten.
Kota Parepare
Kota Parepare menempati urutan ketiga untuk total pengeluaran masyarakat di Sulawesi Selatan tahun 2024 dengan nilai total 1535908 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang sangat tinggi mencapai 28,5 persen, namun justru mengalami penurunan 16,7 persen untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi. Total pengeluaran gabungan wilayah ini turun sebesar 11,2 persen, namun nilai pengeluaran bukan makanan masih berhasil mengungguli seluruh kabupaten lain selain Kota Makassar.
Kabupaten Luwu Timur
Kabupaten Luwu Timur menempati urutan ke tujuh untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan sepanjang Sulawesi Selatan tahun 2024. Nilai total pengeluaran gabungan wilayah ini tercatat 1379043 Rupiah per kapita per bulan, dengan pengeluaran bukan makanan mencapai 701298 Rupiah yang tumbuh 2,1 persen. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini mencatat kenaikan 11,5 persen dan menempati urutan kedelapan di provinsi. Posisi rank Kabupaten Luwu Timur untuk seluruh kategori pengeluaran tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.