Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada tahun 2024 sebesar 108.864 rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 7,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 117.841 rupiah per kapita sebulan. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya adalah minus 8.977 rupiah, menjadi titik balik setelah pengeluaran mengalami kenaikan signifikan sebesar 37,1 persen pada tahun 2023.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Selatan 2024 - 2024)
Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Mamasa mengalami fluktuasi selama tujuh tahun terakhir. Pada tahun 2018, angka ini sebesar 94.273 rupiah, kemudian sedikit turun menjadi 90.100 rupiah pada 2019. Tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 7,6 persen menjadi 96.965 rupiah, sebelum mengalami penurunan drastis sebesar 22 persen pada 2021 menjadi 75.608 rupiah. Tahun 2022 pengeluaran naik sebesar 13,7 persen menjadi 85.958 rupiah, dan mencapai pengeluaran tertinggi pada 2023 sebesar 117.841 rupiah sebelum turun kembali pada 2024.
Berdasarkan data BPS, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi pada 2024 menyumbang sebagian dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang mencapai 101.737 rupiah. Dibandingkan dengan pengeluaran untuk rokok dan tembakau sebesar 80.748 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi lebih tinggi. Namun, pengeluaran untuk perawatan sebesar 55.494 rupiah per kapita sebulan lebih rendah dibandingkan kategori ini.
Di antara enam kabupaten di Sulawesi Barat, Kabupaten Mamasa menempati peringkat keenam untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2024. Peringkat pertama dipegang oleh Kabupaten Mamuju Utara dengan pengeluaran sebesar 175.262 rupiah per kapita sebulan, diikuti oleh Kabupaten Polewali Mandar (146.239 rupiah), Kabupaten Majene (139.640 rupiah), Kabupaten Mamuju Tengah (132.576 rupiah), dan Kabupaten Mamuju (131.163 rupiah). Semua kabupaten lain di provinsi memiliki pengeluaran yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Mamasa pada tahun ini.
Di tingkat pulau Sulawesi, Kabupaten Mamasa menempati peringkat 69 untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi pada 2024. Sedangkan di tingkat nasional, kabupaten ini berada di peringkat 456 di antara seluruh kabupaten dan kota di Indonesia. Angka ini menunjukkan bahwa pengeluaran masyarakat Mamasa untuk makanan dan minuman jadi masih berada di level yang relatif rendah dibandingkan wilayah lain di pulau dan negara.
(Baca: Daftar 10 Siswa Lolos Ujian Masuk SMA2 Kota Depok 2025)
Berdasarkan data BPS, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang dan jasa di Kabupaten Mamasa pada 2024 sebesar 756.116 rupiah, yang terdiri dari pengeluaran makanan sebesar 457.900 rupiah dan bukan makanan sebesar 298.216 rupiah. Pengeluaran untuk makanan mengalami kenaikan sebesar 19,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan pengeluaran bukan makanan sedikit turun sebesar 2,3 persen. Kombinasi kedua kategori ini menyebabkan penurunan total pengeluaran sebesar 14,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Mamuju Utara
Kabupaten Mamuju Utara menempati peringkat pertama di Sulawesi Barat untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan sebesar 719.682 rupiah pada 2024, dengan kenaikan sebesar 12,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang dan jasa di kabupaten ini sebesar 1.361.781 rupiah, yang sedikit turun sebesar 2,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di sini sebesar 642.098 rupiah per kapita sebulan, dengan kenaikan sebesar 2,3 persen dari tahun sebelumnya. Peringkat ini membuat Kabupaten Mamuju Utara menjadi wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi, meskipun total pengeluaran mengalami penurunan sedikit pada tahun 2024.
Kabupaten Mamuju
Kabupaten Mamuju menempati peringkat kedua di provinsi untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan sebesar 583.511 rupiah pada 2024, dengan kenaikan sebesar 24,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang dan jasa di sini sebesar 1.299.845 rupiah, yang naik sebesar 4,2 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di kabupaten ini sebesar 716.334 rupiah per kapita sebulan, dengan kenaikan signifikan sebesar 36,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan pengeluaran bukan makanan yang tinggi menjadi faktor utama kenaikan total pengeluaran di Kabupaten Mamuju pada tahun 2024.
Kabupaten Polewali Mandar
Kabupaten Polewali Mandar menempati peringkat ketiga di provinsi untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan sebesar 588.560 rupiah pada 2024, dengan kenaikan sebesar 18,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang dan jasa di sini sebesar 1.029.784 rupiah, yang turun sebesar 8,7 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di kabupaten ini sebesar 441.224 rupiah per kapita sebulan, dengan kenaikan sebesar 14,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun pengeluaran makanan naik, penurunan total pengeluaran disebabkan oleh pergeseran pola konsumsi masyarakat di wilayah ini.
Kabupaten Majene
Kabupaten Majene menempati peringkat kelima di provinsi untuk rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan sebesar 493.185 rupiah pada 2024, dengan kenaikan sebesar 14,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk semua barang dan jasa di sini sebesar 927.620 rupiah, yang turun sebesar 13,9 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di kabupaten ini sebesar 434.435 rupiah per kapita sebulan, dengan kenaikan sedikit sebesar 1,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan total pengeluaran yang signifikan menunjukkan adanya perubahan dalam prioritas konsumsi masyarakat di Kabupaten Majene pada tahun 2024.