Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Lampung Barat pada tahun 2025 mencapai 144357 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 2,5 persen dibandingkan tahun 2024. Sepanjang periode 2018 hingga 2025, tercatat pengeluaran untuk kategori ini hanya pernah mengalami penurunan satu kali yaitu pada tahun 2022 sebesar 3,9 persen.
(Baca: Nilai Minimal Lolos Jalur Prestasi ke SMA Negeri 1 Cibingbin SPMB 2026)
Sepanjang 8 tahun data tercatat, kenaikan tertinggi pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini terjadi pada tahun 2024 dengan persentase kenaikan sebesar 25,7 persen. Sebelumnya pada periode 2019 hingga 2021, pengeluaran untuk kategori ini hanya mengalami kenaikan sedikit setiap tahunnya dengan rentang pertumbuhan antara 0,7 persen hingga 10,5 persen per tahun. Pengeluaran tertinggi sepanjang periode tercatat pada tahun 2025.
Besar pengeluaran rokok dan tembakau ini setara dengan 69,7 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita untuk makanan jadi, dan juga melebihi pengeluaran bulanan untuk kecantikan, perawatan pribadi serta sabun mandi masyarakat setempat. Nilai pengeluaran rokok dan tembakau juga mencapai 70 persen dari total pengeluaran aneka barang jasa per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Lampung, Kabupaten Lampung Barat menempati urutan kedua untuk besar pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2025. Hanya Kabupaten Pesisir Barat yang mencatat nilai lebih tinggi yaitu 174978 Rupiah per kapita per bulan. Di urutan bawahnya terdapat Kota Metro dengan nilai 137867 Rupiah, Kabupaten Tulang Bawang 130880 Rupiah dan Kota Bandar Lampung 127630 Rupiah.
(Baca: Statistik PDRB ADHB Sektor Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional Periode 2013-2025)
Kabupaten Lampung Barat
Untuk total pengeluaran per kapita keseluruhan makanan dan bukan makanan, Kabupaten Lampung Barat mencatat nilai 1466590 Rupiah per bulan pada tahun 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 19,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini pada urutan ketiga tertinggi di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Hanya Kota Bandar Lampung dan Kota Metro yang mencatat total pengeluaran per kapita lebih besar dari wilayah ini.
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Lampung Barat mencatat pertumbuhan tertinggi seprovinsi pada tahun 2025 yaitu sebesar 41,7 persen. Dengan nilai mencapai 717115 Rupiah per kapita per bulan, wilayah ini naik 9 peringkat dari posisi sebelumnya dan menempati urutan ketiga seprovinsi. Pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan pengeluaran bukan makanan wilayah lain di Lampung yang rata-rata hanya berada di bawah 12 persen.
Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Lampung Barat mencatat nilai 749475 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 3,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan keempat tertinggi di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Nilai ini hanya berada di bawah Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Kabupaten Pesisir Barat untuk kategori pengeluaran makanan.
Sepanjang lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Lampung Barat mencapai 8,3 persen per tahun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan pengeluaran total masyarakat yang hanya mencapai 5,1 persen per tahun dalam periode yang sama. Proporsi pengeluaran rokok dan tembakau terhadap total pengeluaran rumah tangga terus mengalami peningkatan setiap tahunnya sejak tahun 2021.