Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat PDRB ADHK Sektor Jasa Keuangan Lainnya Provinsi Lampung pada akhir 2025 mencapai nilai 882,73 Rp miliar. Selama periode 16 tahun pengamatan sejak 2010, sektor ini menunjukkan tren naik secara keseluruhan dengan pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 5,95%. Pada tahun 2025, tercatat pertumbuhan positif 6,94% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penambahan nilai sebesar 57,26 Rp miliar. Angka pertumbuhan 2025 berada di atas rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir yang sebesar 5,57%, dan jauh lebih baik dibandingkan rata-rata 5 tahun terakhir yang hanya 2,59%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Binjai | 2004 - 2025)
Sepanjang riwayat data historis, kenaikan pertumbuhan tertinggi sektor ini di Lampung terjadi pada tahun 2011 dengan angka 12,13%, sedangkan kontraksi terendah tercatat pada tahun 2021 turun 3,45%. Tercatat sebanyak 12 periode mengalami kenaikan nilai, 3 periode mengalami penurunan dan tidak ada periode stagnan. Nilai terendah seluruh periode terjadi pada tahun awal pengamatan 2010 sebesar 371 Rp miliar, sedangkan nilai tertinggi baru tercatat pada tahun 2025 ini. Posisi nilai tahun 2025 juga tercatat berada di atas rata-rata nilai seluruh periode pengamatan.
Untuk peringkat regional, Lampung menempati urutan ke-4 di Pulau Sumatera pada tahun 2025, posisi ini tetap sama selama 7 tahun terakhir tanpa perubahan peringkat. Secara nasional, Lampung berada di peringkat 12 dari seluruh provinsi di Indonesia, mengalami kenaikan 1 peringkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Pada kategori perbandingan provinsi selevel, nilai PDRB sektor ini Lampung berada di atas DI Yogyakarta dan Nusa Tenggara Timur, namun masih berada di bawah Sulawesi Utara, Sumatera Selatan serta Kalimantan Barat.
Sulawesi Utara
Sulawesi Utara menempati peringkat ke-9 secara nasional untuk indikator yang sama, menjadikannya provinsi dengan nilai tertinggi pada daftar perbandingan. Nilai PDRB ADHK Jasa Keuangan Lainnya provinsi ini mencapai 1294,68 Rp miliar pada tahun terakhir, dengan pertumbuhan sebesar 0,64%. Meskipun memiliki nilai absolut terbesar, pertumbuhan tahunannya merupakan yang terendah dibandingkan seluruh provinsi dalam daftar perbandingan. Peringkat provinsi ini berada 3 tingkatan di atas posisi Lampung di daftar nasional.
Sumatera Selatan
Sumatera Selatan tercatat menempati urutan ke-10 secara nasional, menjadi provinsi terkuat kedua di Pulau Sumatera untuk sektor ini setelah menempati peringkat 3 regional pulau. Nilai indikator mencapai 1119,41 Rp miliar, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,98%. Angka pertumbuhan ini hampir setara dengan capaian Lampung tahun 2025, namun nilai absolut Sumatera Selatan masih sekitar 27% lebih besar dibandingkan nilai yang dicapai Lampung pada periode yang sama.
Kalimantan Barat
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Tengah 2025)
Kalimantan Barat berada di peringkat 11 secara nasional, satu tingkatan tepat di atas posisi Lampung tahun 2025. Nilai PDRB sektor Jasa Keuangan Lainnya provinsi ini tercatat 892,24 Rp miliar, hanya terpaut sekitar 9,51 Rp miliar saja di atas nilai Lampung. Pertumbuhan tahunan provinsi ini tercatat sebesar 1,49%, angka pertumbuhan yang jauh lebih rendah dibandingkan capaian pertumbuhan Lampung yang mencapai 6,94% pada tahun yang sama.
DI Yogyakarta
DI Yogyakarta menempati peringkat 13 secara nasional, satu tingkatan berada di bawah posisi Lampung tahun 2025. Nilai indikator sektor ini di provinsi ini mencapai 872,7 Rp miliar, terpaut sekitar 10,03 Rp miliar di bawah nilai yang dicapai Lampung. Tercatat pertumbuhan tahunan sebesar 3,62% untuk tahun terakhir, angka ini berada di tengah antara rata-rata pertumbuhan 3 tahun dan 5 tahun terakhir Lampung.
Bali
Bali tercatat berada di peringkat 14 secara nasional untuk indikator PDRB ADHK Sektor Jasa Keuangan Lainnya. Nilai yang dicapai provinsi ini adalah 823,18 Rp miliar, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 3,60%. Nilai absolut provinsi ini sekitar 6,75% lebih rendah dibandingkan capaian Lampung tahun 2025. Peringkat Bali ini menjadikannya salah satu provinsi dengan nilai terendah pada kategori daftar perbandingan yang dirilis.
Nusa Tenggara Timur
Nusa Tenggara Timur menempati peringkat 15 secara nasional, menjadi provinsi dengan nilai terendah pada seluruh daftar perbandingan. Nilai indikator sektor ini tercatat 792,41 Rp miliar, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,79%. Angka pertumbuhan provinsi ini hampir setara dengan capaian Lampung tahun 2025, namun nilai absolut Nusa Tenggara Timur masih sekitar 10,23% lebih kecil dibandingkan nilai yang berhasil dicatatkan Lampung pada periode pengamatan yang sama.