Pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, mencapai Rp22.634 per kapita per bulan pada 2024. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS). Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4.3% dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara historis, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Kupang mengalami fluktuasi. Mulai dari Rp14.951 pada 2018, meningkat menjadi Rp16.994 pada 2019, lalu melonjak signifikan sebesar 35.3% menjadi Rp22.997 pada 2020. Namun, terjadi penurunan drastis turun 30.4% pada 2021 menjadi Rp16.017, sebelum kembali naik pada tahun-tahun berikutnya.
(Baca: Produksi Telur Itik/Itik Manila Periode 2013-2024)
Meskipun mengalami kenaikan, pengeluaran untuk kecantikan di Kabupaten Kupang masih relatif kecil jika dibandingkan dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yaitu Rp119.286. Pengeluaran untuk makanan jadi sebesar Rp93.335, perawatan Rp29.968, rokok dan tembakau Rp43.466, dan sabun mandi Rp43.851. Hal ini mengindikasikan bahwa alokasi dana untuk kebutuhan dasar dan konsumsi masih menjadi prioritas utama masyarakat.
Berdasarkan data perbandingan, pengeluaran untuk kecantikan Kabupaten Kupang menempati urutan ke-8 di antara kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur dan urutan ke-423 secara nasional pada 2024. Di tingkat pulau Nusa Tenggara dan Bali, Kabupaten Kupang berada di peringkat ke-24.
Jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang mencatatkan nilai pengeluaran untuk kecantikan tertinggi yaitu Rp48.255 pada 2024, dengan pertumbuhan 6.9%. Kabupaten Sikka berada di urutan kedua dengan Rp27.107, namun mengalami kontraksi pertumbuhan turun 13.6%. Kabupaten Sumba Timur mencatatkan Rp26.994, dengan pertumbuhan 15.7%, disusul Kabupaten Malaka dengan Rp26.368 dan pertumbuhan tertinggi sebesar 46.5%, serta Kabupaten Lembata dengan Rp25.253 dan pertumbuhan 7.3%.
(Baca: Harga Cabai Rawit Hijau di Kalimantan Tengah Termahal Se-Indonesia (Kamis, 22 Januari 2026))
Kota Kupang
Berdasarkan informasi yang diolah dari data Susenas Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Kupang menduduki peringkat pertama di antara kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp792.892 pada 2024. Meskipun masih tertinggi, angka ini menunjukkan penurunan turun 2.2% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp810.823,97. Penurunan ini menempatkan Kota Kupang pada urutan pertama dalam hal pengeluaran bukan makanan, namun juga mengindikasikan adanya perubahan pola konsumsi atau prioritas pengeluaran masyarakat.
Kabupaten Sabu Raijua
Kabupaten Sabu Raijua mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan, mencapai Rp481.157 pada 2024. Angka ini melonjak 24.8% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp385.409,05. Dengan pertumbuhan yang tinggi ini, Kabupaten Sabu Raijua berhasil menduduki peringkat ke-3 di antara kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur dalam hal pengeluaran bukan makanan. Peningkatan ini menunjukkan adanya perubahan positif dalam daya beli atau alokasi dana masyarakat untuk kebutuhan non-primer.
Kabupaten Sumba Timur
Kabupaten Sumba Timur mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp465.209 pada 2024, naik 6.1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp438.472,72. Pertumbuhan ini menempatkan Kabupaten Sumba Timur pada peringkat ke-4 di antara kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur dalam hal pengeluaran bukan makanan. Peningkatan ini mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan atau perubahan preferensi konsumsi masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.
Kabupaten Ngada
Kabupaten Ngada mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp455.504 pada 2024, naik 4.5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp435.837,45. Peningkatan ini menempatkan Kabupaten Ngada pada peringkat ke-5 di antara kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur dalam hal pengeluaran bukan makanan. Dengan pertumbuhan yang stabil, Kabupaten Ngada menunjukkan konsistensi dalam pola konsumsi masyarakatnya.