Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Buleleng pada tahun 2024 sebesar 145.677 Rupiah. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 9,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya, di mana pengeluaran pada tahun 2023 mencapai 161.223 Rupiah. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya adalah minus 15.546 Rupiah, yang menjadi penurunan terbesar sejak tahun 2021 yang mengalami penurunan 13 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bengkayang Periode 2004 - 2024)
Lihat data historis dari tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Buleleng menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2018 menjadi tahun dengan pengeluaran tertinggi sebesar 170.634 Rupiah, sebelum mengalami penurunan berturut-turut hingga tahun 2021 yang mencapai titik terendah sebesar 138.899 Rupiah. Setelah itu, pengeluaran naik kembali pada tahun 2022 sebesar 3 persen, lalu mengalami kenaikan signifikan sebesar 12,7 persen pada tahun 2023 sebelum turun lagi pada tahun 2024.
Dari data pendukung, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di Kabupaten Buleleng tahun 2024 sebesar 158.872 Rupiah, yang sedikit lebih tinggi daripada pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (17.204 Rupiah) dan perawatan (36.787 Rupiah), namun lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau (90.735 Rupiah) dan sabun mandi (53.686 Rupiah).
Dalam perbandingan seprovinsi Bali, Kabupaten Buleleng menempati peringkat ke-8 dari 9 kabupaten/kota untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Peringkat ini tetap sama seperti tahun sebelumnya, di mana Kabupaten Badung menempati peringkat pertama dengan pengeluaran sebesar 492.298 Rupiah (naik 17,3 persen dari tahun sebelumnya), diikuti Kota Denpasar dengan 417.996 Rupiah (naik 10,7 persen), Kabupaten Gianyar dengan 277.760 Rupiah (turun sedikit 0,5 persen), Kabupaten Bangli dengan 226.998 Rupiah (naik 0,4 persen), dan Kabupaten Tabanan dengan 201.424 Rupiah (turun 8,1 persen).
Dari data perbandingan nasional, Kabupaten Buleleng menempati peringkat ke-383 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dan peringkat ke-20 di pulau Nusa Tenggara dan Bali. Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di wilayah ini masih jauh lebih rendah dibandingkan kabupaten/kota lain di Bali, yang menunjukkan bahwa konsumsi barang olahan ini masih belum menjadi prioritas utama dibandingkan kebutuhan lain seperti makanan segar atau barang jasa lainnya.
Kota Denpasar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kota Denpasar tahun 2024 sebesar 1.639.727 Rupiah, yang mengalami pertumbuhan sebesar 31,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (1.249.199 Rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di kota ini sebesar 2.621.625 Rupiah (naik 5,3 persen dari tahun sebelumnya), sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 981.898 Rupiah (naik 34,4 persen). Kota Denpasar menempati peringkat pertama di provinsi Bali untuk pengeluaran bukan makanan, yang menunjukkan bahwa masyarakat di sini lebih banyak mengeluarkan uang untuk barang dan jasa selain makanan dibandingkan wilayah lain di Bali.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa di Kab. Cirebon 2018 - 2024)
Kabupaten Badung
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Badung tahun 2024 sebesar 1.502.940 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 45,2 persen dari tahun sebelumnya (1.034.734 Rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 2.584.651 Rupiah (naik 10,2 persen), dan pengeluaran untuk makanan sebesar 1.081.710 Rupiah (naik 52,9 persen). Kabupaten Badung menempati peringkat kedua untuk pengeluaran bukan makanan di Bali, namun peringkat pertama untuk pengeluaran makanan, yang menunjukkan bahwa konsumsi makanan di wilayah ini sangat tinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di provinsi.
Kabupaten Gianyar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Gianyar tahun 2024 sebesar 1.127.702 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 3,8 persen dari tahun sebelumnya (1.086.483 Rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.940.086 Rupiah (turun 10 persen dari tahun sebelumnya), sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 812.384 Rupiah (naik 27,1 persen). Kabupaten Gianyar menempati peringkat ketiga untuk pengeluaran bukan makanan di Bali, dan peringkat ketiga juga untuk pengeluaran makanan, yang menunjukkan keseimbangan antara konsumsi makanan dan barang jasa lain di wilayah ini.
Kabupaten Tabanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Tabanan tahun 2024 sebesar 962.775 Rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 69,9 persen dari tahun sebelumnya (566.808 Rupiah). Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.694.324 Rupiah (turun 7,7 persen dari tahun sebelumnya), sedangkan pengeluaran untuk makanan sebesar 731.549 Rupiah (naik 38,5 persen). Kabupaten Tabanan menempati peringkat keempat untuk pengeluaran bukan makanan di Bali, dan peringkat kelima untuk pengeluaran makanan, yang menunjukkan bahwa pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.