Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Tarakan untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024 mencapai 133723 rupiah per bulan. Nilai ini naik sebesar 8 persen dibandingkan tahun 2023, dengan penambahan nilai sebesar 9867,9 rupiah per kapita setiap bulannya. Angka tahun 2024 ini merupakan pengeluaran tertinggi sepanjang periode pencatatan tahun 2018 sampai 2024 untuk wilayah ini.
(Baca: 9,27% Penduduk di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Masuk Kategori Miskin)
Selama tujuh tahun terakhir, pengeluaran rokok dan tembakau Kota Tarakan mengalami pergerakan naik turun yang tercatat jelas. Setelah naik berturut-turut pada tahun 2018 menuju 2020, nilai pengeluaran sedikit turun pada tahun 2021 dan 2022. Pada tahun 2023 nilai kembali sedikit naik, sebelum akhirnya mencatat kenaikan paling besar pada tahun 2024.
Jika dibandingkan dengan pos pengeluaran lain masyarakat, biaya rokok dan tembakau mencapai 46 persen dari pengeluaran makanan jadi per kapita, 3,2 kali lipat pengeluaran untuk keperluan kecantikan, dan juga melebihi pengeluaran bulanan untuk sabun mandi. Nilai ini juga setara dengan 46,2 persen dari total pengeluaran untuk aneka barang dan jasa per kapita setiap bulannya.
Secara peringkat di wilayah Kalimantan Utara, Kota Tarakan berada di urutan kelima dari lima kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini. Seluruh wilayah lain di Kalimantan Utara mencatat pengeluaran rokok dan tembakau yang lebih tinggi dibandingkan Kota Tarakan pada tahun 2024. Secara nasional, Kota Tarakan berada di urutan 236 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk indikator ini.
Dari wilayah sekitar, Kabupaten Malinau mencatat pengeluaran rokok dan tembakau tertinggi se-Kalimantan Utara pada tahun 2024 dengan nilai 173154 rupiah per kapita, diikuti Kabupaten Bulungan sebesar 154141 rupiah, Kabupaten Tana Tidung 154054 rupiah, serta Kabupaten Nunukan sebesar 145628 rupiah. Hanya Kabupaten Malinau yang mencatat kenaikan di atas 20 persen, sementara dua wilayah lain justru mencatat penurunan nilai pengeluaran dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Bulungan
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Asmat | 2024)
Kabupaten Bulungan mencatat total pengeluaran per kapita sebulan untuk seluruh kebutuhan sebesar 2047079 rupiah pada tahun 2024, dengan nilai pengeluaran makanan mencapai 994453 rupiah. Wilayah ini merupakan satu-satunya wilayah di Kalimantan Utara yang mencatat penurunan baik untuk pengeluaran makanan, bukan makanan, maupun total pengeluaran tahun 2024. Meskipun demikian, Kabupaten Bulungan tetap menempati urutan pertama di Kalimantan Utara untuk total pengeluaran per kapita masyarakat.
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 23,6 persen pada tahun 2024, yang merupakan pertumbuhan tertinggi se-Kalimantan Utara untuk kategori ini. Total pengeluaran masyarakat wilayah ini mencapai 2027803 rupiah per kapita per bulan, menempati urutan kedua di provinsi. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan juga tercatat naik 7,4 persen, menjadikan Malinau sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi rumah tangga paling konsisten pada tahun terakhir.
Kabupaten Tana Tidung
Kabupaten Tana Tidung mencatat pengeluaran total per kapita sebesar 1894296 rupiah pada tahun 2024, menempati urutan ketiga di Kalimantan Utara. Wilayah ini mencatat pertumbuhan pengeluaran makanan sebesar 4,5 persen dan pengeluaran bukan makanan naik 4,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Semua kategori pengeluaran di wilayah ini mencatat kenaikan pada tahun 2024, tanpa ada penurunan sama sekali pada seluruh indikator yang dicatat.
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan menempati urutan keempat di Kalimantan Utara untuk total pengeluaran per kapita masyarakat dengan nilai 1650757 rupiah per bulan. Wilayah ini mencatat kenaikan pengeluaran makanan sebesar 8,5 persen pada tahun 2024, namun justru mengalami penurunan 4 persen untuk kategori pengeluaran bukan makanan. Secara keseluruhan total pengeluaran wilayah ini masih mencatat kenaikan sebesar 2,1 persen dibandingkan tahun 2023.