- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Menurut data International Monetary Fund (IMF), nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Makau pada tahun 2024 adalah 4.58 unit, mengalami penurunan sebesar 2.01% dibandingkan tahun 2023. Tiga tahun terakhir (2022-2024) menunjukkan tren penurunan umum: tahun 2022 turun 5.57% dari 2021, tahun 2023 naik sedikit sebesar 1.02%, lalu tahun 2024 kembali turun. Dibanding rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sebesar 4.92 unit, nilai 2024 lebih rendah sebesar 7.1%, menunjukkan kondisi ekonomi Makau dalam periode tersebut mengalami penurunan signifikan.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Bali 2018 - 2024)
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Makau terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Dari data historis 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Makau mencapai titik tertinggi pada tahun 2019 sebesar 5.24 unit, dengan pertumbuhan stabil antara 0.35% hingga 3.54% setiap tahun sebelum 2020. Anomali terjadi pada periode 2020-2022: setelah lima tahun pertumbuhan positif berturut-turut, tahun 2020 mengalami penurunan 1.53%, tahun 2021 turun 5.15%, dan tahun 2022 turun lagi 5.57%—menjadi penurunan terbesar dalam dekade ini. Tahun 2023 mengalami kenaikan kecil, namun 2024 kembali turun.
Menurut data IMF, peringkat regional Makau dalam PDB PPP tetap di posisi ke-17 selama 10 tahun terakhir, tidak ada perubahan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa performa ekonomi Makau dalam konteks Asia tidak mengalami pergeseran signifikan yang cukup untuk menggeser posisinya dibandingkan negara-negara lain di wilayah tersebut.
(Baca: Harga Beras Kualitas Super II di Pasar Tradisional Periode Februari 2025-2026)
IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Makau akan terus menurun pada periode 2025-2030, dengan setiap tahun mengalami kontraksi—yaitu pertumbuhan negatif yang relatif kecil, antara -0.2% hingga 0.97%. Proyeksi tahun 2025 sebesar 4.55 unit, turun 0.57% dari tahun 2024, dan akan terus menurun hingga 4.44 unit pada tahun 2030. Ini menunjukkan kondisi ekonomi Makau diperkirakan tidak akan membaik dalam enam tahun ke depan, melainkan tetap mengalami penurunan bertahap.
Dibandingkan negara lain di Asia, Makau berada jauh di belakang negara dengan pertumbuhan PDB PPP terbaik dalam tiga tahun terakhir, yaitu Uzbekistan dengan pertumbuhan rata-rata 10.67% per tahun. Sementara itu, peringkat Makau ke-17 tetap lebih rendah dari negara seperti Korea Selatan (peringkat ke-3) dan Mongolia (peringkat ke-2) yang memiliki pertumbuhan positif dan nilai PDB PPP lebih tinggi dibanding Makau pada tahun terakhir.