Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk kecantikan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2024 sebesar 28.416 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 9,3 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 31.317 rupiah. Pengeluaran ini hanya sebagian kecil dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa yang sebesar 188.571 rupiah, dan lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi (44.109 rupiah) atau perawatan umum (42.703 rupiah).
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sulawesi Tenggara 2015 - 2024)
Dari data historis tahun 2018 hingga 2024, pengeluaran kecantikan di Kabupaten Pekalongan mengalami fluktuasi yang jelas. Tahun 2018 sebesar 21.221 rupiah, sedikit turun menjadi 19.080 rupiah pada 2019, naik sebesar 30,5 persen menjadi 24.907 rupiah pada 2020, sedikit turun 5,5 persen menjadi 23.538 rupiah pada 2021, naik 23,6 persen menjadi 29.095 rupiah pada 2022, naik 7,6 persen menjadi 31.317 rupiah pada 2023, lalu turun 9,3 persen pada 2024. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023, sedangkan terendah pada tahun 2019.
Pada tahun 2024, Kabupaten Pekalongan menempati peringkat ke-26 dari 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah dalam pengeluaran kecantikan. Di pulau Jawa, wilayah ini berada di peringkat ke-91, dan secara nasional peringkat ke-323. Dibandingkan lima kabupaten/kota teratas di Jawa Tengah, pengeluaran kecantikan Kabupaten Pekalongan jauh lebih rendah: Kota Salatiga (75.091 rupiah, turun 13,5 persen), Kota Semarang (74.653 rupiah, naik 36,8 persen), Kabupaten Kudus (47.643 rupiah, naik 16,6 persen), Kota Magelang (45.594 rupiah, naik 10 persen), dan Kabupaten Rembang (42.569 rupiah, naik 5,5 persen).
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Bukan Makanan
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Maluku 2018 - 2024)
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2024 sebesar 544.522 rupiah, mengalami peningkatan sedikit sebesar 9,4 persen dibandingkan tahun 2023. Wilayah ini menempati peringkat ke-22 di antara kabupaten/kota di Jawa Tengah. Dibandingkan Kota Semarang yang berada di peringkat pertama dengan pengeluaran 1.322.997 rupiah (naik 12,6 persen), pengeluaran bukan makanan di Kabupaten Pekalongan masih jauh lebih rendah, namun pertumbuhannya lebih stabil dibandingkan Kota Salatiga yang mengalami penurunan 14,4 persen.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Makanan dan Bukan Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2024 sebesar 1.240.746 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 11,2 persen dibandingkan tahun 2023. Wilayah ini menempati peringkat ke-18 di Jawa Tengah. Peringkat pertama di provinsi dipegang oleh Kota Semarang dengan pengeluaran 2.237.782 rupiah (naik 14,3 persen), sementara beberapa wilayah seperti Kabupaten Wonogiri mengalami pertumbuhan yang tinggi sebesar 52,2 persen.
Rata-Rata Pengeluaran per Kapita Sebulan Untuk Makanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan di Kabupaten Pekalongan pada tahun 2024 sebesar 696.224 rupiah, mengalami peningkatan sedikit sebesar 12,4 persen dibandingkan tahun 2023. Wilayah ini menempati peringkat ke-11 di Jawa Tengah. Peringkat pertama di provinsi adalah Kota Semarang dengan 914.785 rupiah (naik 14,7 persen), dan pertumbuhan pengeluaran makanan di Kabupaten Pekalongan lebih lambat dibandingkan Kabupaten Batang yang mengalami peningkatan 32,9 persen, namun lebih baik dibandingkan Kota Magelang yang turun 6,6 persen.