Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Buton Selatan mencapai 123707 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 19 persen dibandingkan tahun 2023. Kenaikan ini merupakan peningkatan terbesar sejak tahun 2020 untuk kategori pengeluaran ini di wilayah tersebut. Informasi ini seperti data yang diolah dari data Susenas periode 2018 sampai 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Bengkalis | 2004 - 2025)
Dari catatan historis tujuh tahun terakhir, pengeluaran kategori ini pernah mengalami penurunan pada tahun 2021 sebesar 14,7 persen. Penurunan tersebut merupakan satu-satunya penurunan yang tercatat sepanjang periode data. Setelah tahun 2021, nilai pengeluaran terus mengalami kenaikan setiap tahun hingga tahun 2024. Rata-rata kenaikan tahunan dalam lima tahun terakhir mencapai 12,3 persen.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 menyumbang sekitar 13 persen dari total pengeluaran per kapita per bulan masyarakat Kabupaten Buton Selatan. Nilai ini juga setara dengan 24 persen dari total pengeluaran makanan masyarakat wilayah tersebut. Sebagai perbandingan, pengeluaran untuk rokok dan tembakau di wilayah ini masih tercatat sebesar 59918 Rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan perbandingan seprovinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton Selatan berada di peringkat 12 dari 17 kabupaten dan kota untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Peringkat ini tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan 432 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori yang sama.
Lima wilayah dengan pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi di Sulawesi Tenggara tahun 2024 berturut-turut adalah Kota Kendari, Kabupaten Kolaka Utara, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konawe Selatan. Kota Kendari mencatat pengeluaran tertinggi sebesar 261016 Rupiah dengan pertumbuhan sedikit 8,7 persen. Sementara Kabupaten Kolaka Utara mencatat pertumbuhan 23,2 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di provinsi ini.
(Baca: PDRB Kabupaten Lima Puluh Kota 2025: Rp22,49 Triliun, Tumbuh 3,46 Persen)
Kota Kendari
Kota Kendari secara konsisten menempati peringkat pertama seluruh Sulawesi Tenggara untuk seluruh kategori pengeluaran masyarakat. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita per bulan wilayah ini mencapai 2043965 Rupiah, dengan pertumbuhan 8,8 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran bukan makanan di kota ini mencapai 1181941 Rupiah per kapita, atau lebih dari 2,7 kali lipat dibandingkan nilai yang tercatat di Kabupaten Buton Selatan. Pertumbuhan pengeluaran makanan di kota ini juga tercatat 11,6 persen pada tahun yang sama.
Kabupaten Konawe Utara
Kabupaten Konawe Utara menempati peringkat kedua di Sulawesi Tenggara untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2024. Wilayah ini mencatat total pengeluaran per kapita sebesar 1945394 Rupiah per bulan, dengan pertumbuhan sedikit 2,4 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan wilayah ini bahkan melampaui Kota Kendari, dengan nilai 892441 Rupiah per kapita per bulan. Meskipun demikian, pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi wilayah ini justru mengalami penurunan 11,1 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Kolaka Utara
Kabupaten Kolaka Utara mencatat pertumbuhan total pengeluaran masyarakat tertinggi se-Sulawesi Tenggara pada tahun 2024, yaitu sebesar 21,8 persen. Total pengeluaran per kapita wilayah ini mencapai 1738888 Rupiah per bulan, menempati peringkat ketiga seluruh provinsi. Pengeluaran makanan dan minuman jadi wilayah ini mencapai 226332 Rupiah per kapita, dengan pertumbuhan 23,2 persen yang hampir setara dengan pertumbuhan total pengeluaran masyarakat. Seluruh kategori pengeluaran di wilayah ini tercatat mengalami kenaikan pada tahun 2024.
Kabupaten Buton Selatan
Kabupaten Buton Selatan menempati peringkat 14 untuk total pengeluaran makanan, peringkat 15 untuk pengeluaran bukan makanan dan peringkat 14 untuk total pengeluaran keseluruhan se-Sulawesi Tenggara tahun 2024. Total pengeluaran masyarakat wilayah ini mencapai 950376 Rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 5,4 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi sebesar 19 persen menjadi salah satu pendorong utama kenaikan total pengeluaran masyarakat di wilayah ini pada tahun terakhir.