Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Sumbawa Barat mencapai 70637 Rupiah pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 8,5 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penambahan sebesar 5532 Rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, pengeluaran ini tercatat terus naik kecuali pada tahun 2021 yang mengalami sedikit penurunan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua Tengah 2024 - 2024)
Sepanjang tujuh tahun pengamatan, pengeluaran perawatan kulit masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat dimulai dari angka 36624 Rupiah pada tahun 2018. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 27 persen dari tahun sebelumnya. Hanya terjadi satu kali penurunan yakni pada tahun 2021 sebesar 0,5 persen, setelah itu nilai pengeluaran kembali naik secara konsisten hingga tahun 2024.
Nilai pengeluaran perawatan kulit ini menyumbang sekitar 23,2 persen dari total pengeluaran kecantikan per kapita, dan sekitar 3,8 persen dari total pengeluaran barang dan jasa masyarakat setiap bulannya. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai perawatan kulit mencapai 22,6 persen dari pengeluaran makanan jadi warga setempat. Sementara itu nilai ini kurang lebih setara dengan 44,6 persen pengeluaran bulanan masyarakat untuk sabun mandi.
Berdasarkan ranking se-provinsi Nusa Tenggara Barat, Kabupaten Sumbawa Barat menempati urutan kedua untuk pengeluaran perawatan kulit tahun 2024. Urutan pertama dipegang oleh Kota Mataram dengan nilai pengeluaran 86379 Rupiah, diikuti Kabupaten Sumbawa Barat, kemudian Kota Bima pada urutan ketiga dengan nilai 51286 Rupiah. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 144 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Kota Mataram
Kota Mataram secara konsisten menempati urutan pertama di seluruh wilayah Nusa Tenggara Barat untuk hampir seluruh kategori pengeluaran. Pada tahun 2024, total pengeluaran per kapita gabungan makanan dan bukan makanan mencapai 1869381 Rupiah per bulan, dengan pertumbuhan sedikit penurunan sebesar 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini mencatatkan nilai 985712 Rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 16,8 persen, dan tetap menjadi yang tertinggi di provinsi ini.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Buru 2018 - 2024)
Kabupaten Sumbawa Barat
Kabupaten Sumbawa Barat menempati urutan kedua se-provinsi untuk total pengeluaran bukan makanan, dengan nilai 859991 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini mencatatkan pertumbuhan 23,3 persen untuk pengeluaran bukan makanan, menjadi pertumbuhan tertinggi kedua di seluruh kabupaten kota Nusa Tenggara Barat untuk kategori ini. Sementara untuk pengeluaran makanan, wilayah ini justru menempati urutan pertama se-provinsi dengan nilai 969386 Rupiah per kapita setiap bulannya.
Kota Bima
Kota Bima berada pada urutan ketiga secara umum untuk seluruh kategori pengeluaran utama di provinsi ini. Pada tahun 2024, total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 1573935 Rupiah per kapita per bulan, dengan kenaikan 10,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran perawatan kulit, wilayah ini mencatatkan kenaikan 9,3 persen pada tahun 2024, sedikit lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan yang dicapai Kabupaten Sumbawa Barat.
Kabupaten Sumbawa
Kabupaten Sumbawa menempati urutan keempat di Nusa Tenggara Barat untuk sebagian besar kategori pengeluaran. Pada tahun 2024, wilayah ini mencatatkan penurunan sebesar 23,2 persen untuk total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan, menjadi penurunan terbesar di seluruh provinsi untuk kategori ini. Sementara untuk pengeluaran perawatan kulit, wilayah ini juga mengalami penurunan sebesar 19 persen pada tahun 2024, menjadi satu-satunya wilayah tiga teratas yang mengalami penurunan untuk kategori tersebut.