Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kota Mojokerto untuk kebutuhan kecantikan pada tahun 2024 mencapai 71165 rupiah. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 3,8 persen dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar 73939 rupiah. Sepanjang periode 2018 hingga 2024, tercatat pergerakan nilai pengeluaran ini mengalami naik turun dengan dua kali periode penurunan beruntun pada tahun 2020 sampai 2022.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Tulang Bawang Barat 3,71 Persen)
Sepanjang tujuh tahun data yang tercatat, pengeluaran tertinggi untuk kategori kecantikan di wilayah ini terjadi pada tahun 2023. Sebelumnya pada tahun 2023 juga tercatat kenaikan sebesar 41,6 persen dari tahun sebelumnya, menjadi kenaikan tertinggi sepanjang periode pengamatan. Sementara penurunan terbesar terjadi pada tahun 2021 dengan nilai penurunan sebesar 17,8 persen dari tahun 2020.
Nilai pengeluaran kecantikan tahun 2024 menyumbang sekitar 21,4 persen dari total pengeluaran perawatan per kapita bulanan masyarakat Kota Mojokerto. Jika dibandingkan dengan total pengeluaran aneka barang dan jasa, nilai pengeluaran kecantikan mencapai 21,4 persen. Nilai ini juga sedikit lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk sabun mandi yang tercatat 76720 rupiah per kapita per bulan.
Berdasarkan ranking se-provinsi Jawa Timur, Kota Mojokerto menempati urutan keempat untuk besaran pengeluaran kecantikan tahun 2024. Tiga wilayah yang mencatatkan nilai lebih tinggi diatas Kota Mojokerto secara berurutan adalah Kota Surabaya dengan 82861 rupiah, Kota Batu 74071 rupiah dan Kota Probolinggo 73520 rupiah. Secara nasional, Kota Mojokerto menempati urutan ke 30 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori ini.
Secara perbandingan pertumbuhan tahun 2024, Kota Surabaya mencatatkan kenaikan 37,3 persen untuk pengeluaran kecantikan, Kota Batu mengalami kenaikan 17,3 persen, sedangkan Kota Probolinggo hanya mengalami kenaikan sedikit sebesar 2,3 persen. Sementara Kota Blitar yang berada di urutan kelima se-provinsi mencatatkan kenaikan sebesar 10,2 persen pada tahun yang sama. Posisi ranking Kota Mojokerto tidak berubah dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Perbandingan Pengeluaran Total Masyarakat
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Sumatera Utara 2025)
Badan Pusat Statistik juga mencatat total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat Kota Mojokerto untuk seluruh kategori makanan dan bukan makanan mencapai 1429141 rupiah pada tahun 2024. Nilai ini menempatkan Kota Mojokerto di urutan ke 13 dari seluruh kabupaten kota di Jawa Timur. Wilayah ini mencatatkan penurunan sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, berbeda dengan Kota Surabaya yang mencatatkan kenaikan 6,4 persen dan menempati urutan pertama se-provinsi.
Pengeluaran Kategori Makanan
Untuk kategori pengeluaran makanan, masyarakat Kota Mojokerto menghabiskan rata-rata 737825 rupiah per kapita setiap bulannya pada tahun 2024. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempatkan wilayah ini di urutan ke 13 se-provinsi Jawa Timur. Sementara itu Kota Surabaya kembali menempati urutan pertama dengan nilai pengeluaran makanan mencapai 1138167 rupiah per kapita per bulan.
Pengeluaran Kategori Bukan Makanan
Pengeluaran untuk kategori bukan makanan di Kota Mojokerto tercatat sebesar 691315 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 6,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan menempati urutan ke 12 dari seluruh kabupaten kota di Jawa Timur. Pergerakan nilai ini berbeda dengan Kota Malang yang justru mengalami penurunan sedikit sebesar 0,2 persen pada kategori yang sama di tahun yang sama.
Perkembangan Lima Tahun Terakhir
Rata-rata pengeluaran kecantikan masyarakat Kota Mojokerto selama lima tahun terakhir mencapai 58812,4 rupiah per kapita per bulan. Nilai tahun 2024 tercatat 21 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir ini. Meskipun terjadi penurunan pada tahun 2024 dibandingkan tahun sebelumnya, secara umum nilai pengeluaran untuk kategori kecantikan di wilayah ini menunjukkan kenaikan jika dibandingkan dengan periode awal data tahun 2018.