Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Gunung Kidul pada tahun 2024 mencapai 162224 rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 11,9 persen dibandingkan tahun 2023. Pada periode yang sama, terjadi penambahan nilai sebesar 17218 rupiah per kapita setiap bulannya dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Sarolangun | 2024)
Sepanjang catatan tujuh tahun terakhir mulai dari 2018, angka pengeluaran ini pernah mengalami penurunan pada dua tahun berturut-turut yaitu 2020 dan 2021. Pada tahun 2020 terjadi penurunan sebesar 4,8 persen, lalu penurunan paling dalam terjadi pada tahun 2021 sebesar 13,5 persen. Setelah tahun 2021, angka pengeluaran kembali naik sedikit pada tahun 2022, lalu naik signifikan pada tahun 2023 dan 2024. Nilai pada tahun 2024 merupakan pengeluaran tertinggi sepanjang periode data yang dicatat.
Untuk skala provinsi DI Yogyakarta, Kabupaten Gunung Kidul menempati urutan kelima dari lima kabupaten dan kota yang ada untuk kategori pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Di atasnya berturut-turut adalah Kota Yogyakarta dengan 402247 rupiah, Kabupaten Sleman 386055 rupiah, Kabupaten Bantul 305894 rupiah dan Kabupaten Kulonprogo 171650 rupiah. Dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, wilayah ini menempati peringkat 330, sedangkan untuk skala pulau Jawa berada di peringkat 112.
Dari sisi pertumbuhan tahunan tahun 2024, Kabupaten Gunung Kidul mencatat kenaikan tertinggi dibandingkan seluruh wilayah lain di DI Yogyakarta. Sementara wilayah lain hanya mencatat pertumbuhan di bawah 8 persen, bahkan dua wilayah yaitu Kabupaten Sleman dan Kulonprogo mencatat penurunan nilai pengeluaran pada tahun yang sama. Posisi peringkat Kabupaten Gunung Kidul belum berubah dibandingkan catatan tahun sebelumnya.
Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta secara konsisten menempati peringkat pertama di provinsi ini untuk seluruh kategori pengeluaran. Pada tahun 2024, pengeluaran per kapita untuk makanan dan minuman jadi mencapai 402247 rupiah dengan pertumbuhan 7,1 persen. Untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan, wilayah ini mencatat 2248256 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan sangat sedikit yaitu 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai ini hampir dua setengah kali lipat dibandingkan catatan yang dimiliki Kabupaten Gunung Kidul pada periode yang sama.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Tanah Laut 2018 - 2024)
Kabupaten Sleman
Kabupaten Sleman menempati urutan kedua di provinsi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 dengan nilai 386055 rupiah. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah yang mencatat penurunan untuk kategori ini pada tahun 2024 yaitu sebesar 2,5 persen. Sementara untuk pengeluaran total makanan, Kabupaten Sleman justru menempati peringkat pertama dengan nilai 884007 rupiah per kapita per bulan, dan mengalami kenaikan sebesar 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul secara konsisten berada di urutan ketiga untuk seluruh kategori pengeluaran yang dicatat. Untuk makanan dan minuman jadi tahun 2024, wilayah ini mencatat nilai 305894 rupiah dengan pertumbuhan 6,3 persen. Pengeluaran total makanan di daerah ini mencapai 753854 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan 18,6 persen. Meskipun berada di atas Kabupaten Gunung Kidul, angka pertumbuhan untuk kategori makanan dan minuman jadi masih berada di bawah pertumbuhan yang dicatat Kabupaten Gunung Kidul.
Kabupaten Kulonprogo
Kabupaten Kulonprogo menempati urutan keempat untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024 dengan nilai 171650 rupiah. Nilai ini hanya berbeda sekitar 9 ribu rupiah saja dibandingkan catatan Kabupaten Gunung Kidul. Wilayah ini mencatat penurunan sebesar 1,5 persen untuk kategori ini pada tahun 2024. Untuk pengeluaran bukan makanan, wilayah ini mencatat kenaikan 7,1 persen, dan secara konsisten berada satu peringkat di atas Kabupaten Gunung Kidul untuk seluruh kategori pengeluaran yang dicatat.