Badan Pusat Statistik mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Biak Numfor pada tahun 2024 mencapai 264103 Rupiah. Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 32,9 persen dibandingkan tahun 2023. Angka kenaikan ini menjadi rekor kenaikan tertinggi sepanjang periode data 2018 hingga 2024 untuk wilayah tersebut.
(Baca: Garis Kemiskinan Non Makanan Perkotaan Papua Pegunungan Tertinggi pada 2025)
Sepanjang tujuh tahun periode data, pengeluaran kategori ini menunjukkan pergerakan naik turun. Pada tahun 2019 tercatat penurunan sedikit sebesar 6 persen, kemudian naik 32,3 persen pada tahun 2020, turun sedikit 1,4 persen pada tahun 2021, turun 20,7 persen pada tahun 2022, naik 23,4 persen pada tahun 2023 hingga mencapai pengeluaran tertinggi pada tahun 2024. Rata-rata pengeluaran selama lima tahun terakhir berada di angka 196520 Rupiah per kapita per bulan.
Untuk skala provinsi Papua, posisi Kabupaten Biak Numfor berada di urutan keenam dari sembilan kabupaten kota di provinsi tersebut. Di atas wilayah ini secara berurutan adalah Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Supiori. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 190 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia.
Dibandingkan wilayah lain di provinsi Papua, pertumbuhan 32,9 persen yang dicapai Kabupaten Biak Numfor pada 2024 berada di atas rata-rata pertumbuhan kabupaten lain. Hanya Kabupaten Kepulauan Yapen dan Kabupaten Keerom yang mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni masing-masing 61,2 persen dan 47,2 persen. Sementara wilayah lain seperti Kota Jayapura justru mencatat penurunan sebesar 34,3 persen pada tahun yang sama.
Kabupaten Biak Numfor
Total pengeluaran per kapita per bulan seluruh kategori di Kabupaten Biak Numfor pada tahun 2024 mencapai 1475094 Rupiah. Dari nilai total tersebut, pengeluaran untuk aneka barang dan jasa menyumbang 17,9 persen. Kategori makanan menyumbang 688359 Rupiah atau 46,7 persen, sedangkan kategori bukan makanan lainnya menyumbang sisanya. Posisi Kabupaten Biak Numfor untuk total pengeluaran seluruh kategori juga berada di urutan keenam seprovinsi Papua, dengan pertumbuhan sebesar 16,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
(Baca: Persentase Pengangguran 2025 di Kabupaten Landak 2,69 Persen)
Perbandingan dengan Wilayah Lain
Kota Jayapura masih mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa tertinggi seprovinsi dengan nilai 440784 Rupiah per kapita per bulan, meskipun mengalami penurunan sebesar 34,3 persen pada 2024. Disusul Kabupaten Jayapura di urutan kedua dengan nilai 374727 Rupiah yang juga mengalami penurunan 8,1 persen. Sementara Kabupaten Keerom naik satu peringkat menjadi urutan ketiga setelah mencatat pertumbuhan 47,2 persen sehingga mencapai nilai 303665 Rupiah. Kabupaten Kepulauan Yapen juga mencatat lonjakan pertumbuhan 61,2 persen sehingga berada di urutan keempat.
Komponen Pengeluaran Masyarakat
Data pendukung menunjukkan bahwa pada tahun 2024, warga Kabupaten Biak Numfor mengeluarkan rata-rata 119351 Rupiah per kapita per bulan untuk makanan jadi, 102612 Rupiah untuk rokok dan tembakau, 88168 Rupiah untuk sabun mandi, 76416 Rupiah untuk perawatan, serta 25810 Rupiah untuk kebutuhan kecantikan. Seluruh nilai komponen ini tercatat mengalami kenaikan secara serentak pada tahun 2024, yang turut mendorong kenaikan total pengeluaran aneka barang dan jasa secara keseluruhan.
Perkembangan Lima Tahun Terakhir
Jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir, nilai pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024 berada 34,4 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata periode tersebut. Selama lima tahun terakhir hanya terjadi dua kali penurunan, yakni pada tahun 2021 dan 2022. Kenaikan yang terjadi pada tiga tahun terakhir secara berurutan menunjukkan bahwa daya beli masyarakat untuk kategori barang dan jasa ini terus mengalami peningkatan setiap tahun sejak tahun 2022.