Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk perawatan kulit di Kabupaten Tana Tidung pada tahun 2025 mencapai 126217 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 15,9 persen dibandingkan tahun 2024, dengan selisih tambahan pengeluaran sebesar 17301 Rupiah per orang setiap bulannya. Sepanjang periode 2018 sampai 2025, nilai pengeluaran ini tercatat mengalami pergerakan naik turun pada setiap tahun pencatatan.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Sumatera Utara | 2024)
Sepanjang 8 tahun data yang tercatat, pengeluaran perawatan kulit di wilayah ini tercatat pernah turun sedikit pada tahun 2020 sebesar 24 persen, lalu kembali naik 48,4 persen pada tahun 2021. Setelah itu terjadi penurunan sedikit pada tahun 2022 sebesar 20,8 persen, kemudian secara berurutan mengalami kenaikan pada tiga tahun terakhir berturut-turut sampai tahun 2025. Angka pada tahun 2025 merupakan pengeluaran tertinggi yang pernah tercatat selama periode pencatatan.
Pengeluaran untuk perawatan kulit ini menyumbang sekitar 27,5 persen dari total pengeluaran per kapita untuk kategori kecantikan, dan sekitar 5,8 persen dari total pengeluaran aneka barang dan jasa masyarakat Kabupaten Tana Tidung. Jika dibandingkan dengan pengeluaran makanan jadi, nilai perawatan kulit mencapai 56,3 persen dari nilai pengeluaran makanan jadi per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan data perbandingan seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Tana Tidung menempati urutan pertama pengeluaran perawatan kulit pada tahun 2025. Urutan di bawahnya berturut-turut adalah Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Malinau dan Kabupaten Nunukan. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 19 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, dan peringkat 4 dari seluruh wilayah yang ada di Pulau Kalimantan.
Dari seluruh kabupaten di Kalimantan Utara, hanya Kabupaten Nunukan yang mencatatkan penurunan pengeluaran perawatan kulit pada tahun 2025 sebesar 2,9 persen. Sementara Kabupaten Bulungan mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 49,5 persen, disusul Kabupaten Tana Tidung 15,9 persen, Kota Tarakan 6,3 persen dan Kabupaten Malinau 4,1 persen. Peringkat seluruh wilayah pada tahun ini tidak mengalami perubahan dibandingkan urutan pada tahun sebelumnya.
Kabupaten Bulungan
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Moldova, Republic of 2024)
Kabupaten Bulungan mencatatkan total pengeluaran per kapita per bulan seluruh kebutuhan mencapai 2198925 Rupiah pada tahun 2025, menjadi nilai tertinggi di seluruh Kalimantan Utara. Angka ini mengalami kenaikan 7,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan pengeluaran makanan mencapai 1061002 Rupiah dan pengeluaran bukan makanan sebesar 1137923 Rupiah. Meskipun menempati urutan pertama total pengeluaran, untuk kategori perawatan kulit wilayah ini hanya berada di urutan kedua di bawah Kabupaten Tana Tidung.
Kota Tarakan
Kota Tarakan menempati urutan ketiga untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita di provinsi ini, dengan total pengeluaran tahun 2025 mencapai 1910455 Rupiah. Wilayah ini mencatatkan kenaikan 6,9 persen untuk total pengeluaran, 9,1 persen untuk pengeluaran bukan makanan dan 4,4 persen untuk pengeluaran makanan. Untuk pengeluaran perawatan kulit, Kota Tarakan mencatatkan nilai 92040 Rupiah per kapita per bulan dengan kenaikan 6,3 persen pada tahun 2025.
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau menjadi satu-satunya wilayah di Kalimantan Utara yang mencatatkan penurunan untuk total pengeluaran per kapita maupun pengeluaran bukan makanan pada tahun 2025. Total pengeluaran wilayah ini turun 10,8 persen menjadi 1809192 Rupiah, pengeluaran bukan makanan turun 9,5 persen dan pengeluaran makanan turun 12,1 persen. Untuk kategori perawatan kulit, wilayah ini hanya mencatatkan kenaikan 4,1 persen dan menempati urutan keempat seprovinsi.
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan secara konsisten menempati urutan terakhir untuk hampir seluruh kategori pengeluaran di Provinsi Kalimantan Utara. Pada tahun 2025, total pengeluaran per kapita wilayah ini tercatat 1627739 Rupiah, mengalami penurunan sedikit 1,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori perawatan kulit, wilayah ini juga mencatatkan penurunan 2,9 persen menjadi 72909 Rupiah per kapita per bulan, menjadi satu-satunya wilayah yang mengalami penurunan untuk kategori ini.