Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, mencapai 213.882 rupiah pada tahun 2024. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 13,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 188.022 rupiah. Selisih pengeluaran dengan tahun sebelumnya mencapai 25.859,5 rupiah, yang menjadi salah satu pertumbuhan cukup signifikan dalam lima tahun terakhir.
(Baca: Total Pinjaman Rupiah Periode 2013-2024)
Data dari BPS juga menunjukkan bahwa pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi ini menyumbang sekitar 98,4 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di kabupaten yang sama, yang sebesar 217.436 rupiah. Dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan secara keseluruhan di tahun 2024 yang sebesar 839.435 rupiah per kapita sebulan, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi menyumbang sekitar 25,5 persen dari total pengeluaran makanan masyarakat.
Sejak tahun 2018, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Gayo Lues mengalami fluktuasi yang cukup jelas. Pada tahun 2019, terjadi kenaikan sebesar 33,1 persen dari tahun 2018, mencapai 178.985 rupiah. Namun, pada tahun 2020, pengeluaran sedikit turun sebesar 1,2 persen menjadi 176.892 rupiah. Tahun 2021 menjadi tahun dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 34,8 persen, mencapai 238.533 rupiah, sebelum mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut pada 2022 (turun 20,6 persen) dan 2023 (turun sedikit 0,7 persen).
Dalam perbandingan dengan kabupaten/kota lain di Provinsi Aceh, Kabupaten Gayo Lues menempati peringkat ke-13 untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2024. Peringkat ini tetap sama dengan tahun sebelumnya, karena posisi kabupaten lain di sekitarnya juga tidak mengalami pergeseran yang signifikan. Di tingkat pulau Sumatera, kabupaten ini berada di peringkat ke-51, dan di seluruh Indonesia berada di peringkat ke-192.
Beberapa kabupaten/kota di Aceh memiliki pengeluaran makanan dan minuman jadi yang lebih tinggi daripada Kabupaten Gayo Lues. Kota Banda Aceh menduduki peringkat pertama dengan pengeluaran 447.005 rupiah per kapita sebulan, dengan pertumbuhan sebesar 9,3 persen dari tahun sebelumnya. Kabupaten Nagan Raya berada di peringkat kedua dengan 381.961 rupiah, meskipun mengalami penurunan sedikit sebesar 0,1 persen. Kota Sabang di peringkat ketiga dengan 339.726 rupiah dan pertumbuhan 7,5 persen, Kabupaten Aceh Jaya di peringkat keempat dengan 289.551 rupiah dan pertumbuhan terbesar di Aceh sebesar 45,7 persen, serta Kabupaten Aceh Barat di peringkat kelima dengan 274.764 rupiah dan pertumbuhan 6 persen.
(Baca: Update 2025: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Kepulauan Yapen Rp.46,06 Juta)
Kota Banda Aceh
Kota Banda Aceh menjadi kabupaten/kota dengan pengeluaran per kapita sebulan tertinggi untuk makanan dan bukan makanan di Aceh pada tahun 2024, sebesar 2.402.683 rupiah, dengan pertumbuhan 4,2 persen dari tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk makanan di kota ini mencapai 1.031.407 rupiah per kapita sebulan, naik sebesar 14,1 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 1.371.277 rupiah dengan pertumbuhan 5,8 persen. Kota ini menduduki peringkat pertama untuk kedua kategori pengeluaran, menunjukkan bahwa daya beli masyarakat di Kota Banda Aceh masih lebih tinggi dibandingkan wilayah lain di provinsi.
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya menduduki peringkat kedua untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Aceh tahun 2024, sebesar 1.816.186 rupiah, meskipun mengalami penurunan sebesar 15,1 persen dari tahun sebelumnya. Namun, pengeluaran untuk makanan di kabupaten ini menjadi tertinggi di Aceh, mencapai 1.120.129 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 24,3 persen. Pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 696.057 rupiah dengan pertumbuhan 19,7 persen, menunjukkan bahwa masyarakat lebih fokus pada pengeluaran makanan dibandingkan barang jasa non makanan.
Kota Lhokseumawe
Kota Lhokseumawe berada di peringkat ketiga untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Aceh tahun 2024, sebesar 1.692.119 rupiah dengan pertumbuhan 5,2 persen. Pengeluaran untuk makanan di kota ini mencapai 798.985 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan yang signifikan sebesar 35,1 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 893.134 rupiah dengan pertumbuhan 43,4 persen. Peningkatan besar pada kedua kategori ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Kota Lhokseumawe mengalami peningkatan yang cukup baik pada tahun 2024.
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah menduduki peringkat keempat untuk pengeluaran total makanan dan bukan makanan di Aceh tahun 2024, sebesar 1.674.833 rupiah dengan pertumbuhan 2,8 persen. Pengeluaran untuk makanan di kabupaten ini mencapai 958.426 rupiah per kapita sebulan dengan pertumbuhan 32,4 persen, sedangkan pengeluaran untuk bukan makanan sebesar 716.407 rupiah dengan pertumbuhan 34,6 persen. Pertumbuhan yang tinggi pada kedua kategori menunjukkan bahwa ekonomi masyarakat di kabupaten ini mengalami perkembangan yang positif pada tahun 2024.