Badan Pusat Statistik mencatat pada tahun 2024, masyarakat Kabupaten Bulungan mengeluarkan rata-rata 154141 rupiah per kapita setiap bulan untuk kebutuhan rokok dan tembakau. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 7,3 persen dibandingkan tahun 2023, dengan selisih penurunan sebesar 12121 rupiah per kapita per bulan. Pada tahun 2023 sebelumnya, pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini sempat mencatat kenaikan sebesar 22,2 persen dibandingkan tahun 2022.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Nusa Tenggara Barat 2015 - 2024)
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan masyarakat, pengeluaran untuk rokok dan tembakau menyumbang hampir 47 persen dari pengeluaran barang jasa umum, bahkan melebihi pengeluaran untuk kebutuhan kecantikan, perawatan pribadi, dan sabun mandi perorangan. Nilai pengeluaran rokok ini juga mencapai sekitar 60 persen dari rata-rata pengeluaran masyarakat untuk makanan jadi setiap bulannya.
Selama kurun waktu tujuh tahun tercatat mulai tahun 2018 sampai 2024, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Bulungan mengalami pergerakan naik turun. Catatan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 166262 rupiah per kapita per bulan, sementara catatan terendah tercatat pada tahun 2018 dengan nilai 115701 rupiah. Pada tahun 2020 terjadi kenaikan sedikit sebesar 1 persen, lalu dilanjutkan kenaikan 8,5 persen pada tahun 2021 sebelum mengalami penurunan pada tahun 2022.
Berdasarkan perbandingan antar wilayah di Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Bulungan menempati urutan kedua dari lima kabupaten dan kota yang ada untuk besaran pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Urutan pertama ditempati oleh Kabupaten Malinau dengan pengeluaran 173154 rupiah, diikuti Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, dan terakhir Kota Tarakan. Hanya Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan yang mencatat kenaikan pengeluaran rokok pada tahun 2024, sementara tiga wilayah lain termasuk Kabupaten Bulungan mengalami penurunan.
Kabupaten Bulungan
Badan Pusat Statistik mencatat total pengeluaran per kapita masyarakat Kabupaten Bulungan untuk seluruh kebutuhan makanan dan bukan makanan mencapai 1836102 rupiah per bulan pada tahun 2024. Nilai ini menempatkan Kabupaten Bulungan pada urutan pertama tertinggi di seluruh wilayah Provinsi Kalimantan Utara, meskipun mengalami penurunan sebesar 20,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pengeluaran untuk kebutuhan makanan sendiri mencapai 905526 rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan kenaikan sebesar 16,6 persen dibandingkan tahun 2023.
(Baca: Harga Gabah di Pasar Internasional Rp 4196.3 per Kg (Kamis, 07 Mei 2026))
Kabupaten Malinau
Kabupaten Malinau menempati urutan kedua untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat di Provinsi Kalimantan Utara dengan nilai 1819463 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024. Wilayah ini merupakan satu-satunya kabupaten yang mencatat kenaikan total pengeluaran keseluruhan, dengan kenaikan sebesar 3,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran makanan, Kabupaten Malinau justru menempati urutan pertama se-provinsi dengan nilai 949561 rupiah per kapita per bulan, disertai pertumbuhan kenaikan sebesar 19,3 persen.
Kabupaten Tana Tidung
Masyarakat Kabupaten Tana Tidung memiliki total pengeluaran keseluruhan sebesar 1751294 rupiah per kapita per bulan pada tahun 2024, dan menempati urutan ketiga di Provinsi Kalimantan Utara. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 3,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, wilayah ini menempati urutan kedua se-provinsi, sementara pengeluaran makanan berada pada urutan ketiga dengan pertumbuhan kenaikan sebesar 9,8 persen dari tahun sebelumnya.
Kota Tarakan dan Kabupaten Nunukan
Kota Tarakan menempati urutan keempat dengan total pengeluaran keseluruhan 1625148 rupiah per kapita per bulan, diikuti Kabupaten Nunukan pada urutan kelima dengan nilai 1506557 rupiah. Kedua wilayah ini sama-sama mengalami penurunan total pengeluaran keseluruhan masing-masing sebesar 13,8 persen dan 6,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun demikian, keduanya tetap mencatat kenaikan untuk kategori pengeluaran makanan masing-masing sebesar 6,8 persen dan 5,1 persen pada tahun 2024.