Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita sebulan untuk rokok dan tembakau di Kabupaten Gianyar tahun 2024 mencapai 107.357 Rupiah, mengalami peningkatan sedikit sebesar 6,7 persen dibandingkan tahun 2023. Angka ini menyumbang sekitar 36,4 persen dari rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa di wilayah tersebut, yang sebesar 295.135 Rupiah. Pengeluaran rokok dan tembakau ini juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk kecantikan (40.739 Rupiah) dan hampir sama dengan pengeluaran untuk perawatan (77.552 Rupiah).
Sejak tahun 2018, pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Gianyar menunjukkan fluktuasi yang jelas. Tahun 2019 terjadi peningkatan tertinggi sebesar 18,5 persen, kemudian mengalami penurunan sedikit sebesar 7,3 persen pada tahun 2020. Setelah itu, pengeluaran terus mengalami peningkatan setiap tahun hingga 2024. Rata-rata pengeluaran tiga tahun terakhir (2022-2024) sekitar 99.817 Rupiah, sehingga tahun 2024 berada di atas rata-rata tersebut. Rata-rata lima tahun terakhir (2019-2023) sekitar 87.424 Rupiah, yang juga lebih rendah dari angka tahun 2024.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Lampung 2018 - 2024)
BPS mencatat Kabupaten Gianyar menempati peringkat ke-6 di antara kabupaten/kota seprovinsi Bali untuk pengeluaran rokok dan tembakau tahun 2024. Peringkat lima teratas di provinsi tersebut dipegang oleh Kabupaten Badung (peringkat 1, 156.389 Rupiah dengan peningkatan 34,3 persen), Kota Denpasar (peringkat 2, 142.375 Rupiah dengan peningkatan 21,9 persen), Kabupaten Bangli (peringkat 3, 136.684 Rupiah dengan peningkatan 1,5 persen), Kabupaten Tabanan (peringkat 4, 135.122 Rupiah dengan peningkatan 11,7 persen), dan Kabupaten Jembrana (peringkat 5, 118.508 Rupiah dengan peningkatan 5,4 persen). Peringkat Kabupaten Gianyar tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya.
BPS mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Gianyar tahun 2024 mencapai 1.127.702 Rupiah, menempati peringkat ke-3 di Bali setelah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung. Rata-rata pengeluaran untuk makanan sebesar 812.384 Rupiah, juga menempati peringkat ke-3 di provinsi tersebut. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di Kabupaten Gianyar tahun 2024 mencapai 1.940.086 Rupiah, mengalami penurunan sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2023, meskipun pengeluaran rokok dan tembakau tetap mengalami peningkatan.
Kota Denpasar
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kota Denpasar memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan tertinggi di Bali tahun 2024 sebesar 1.639.727 Rupiah, dengan peningkatan sebesar 31,3 persen dibandingkan tahun 2023. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan di wilayah ini mencapai 2.621.625 Rupiah, menempati peringkat ke-1 di provinsi dengan peningkatan 5,3 persen. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kota Denpasar tahun 2024 sebesar 142.375 Rupiah per kapita sebulan, menempati peringkat ke-2 di Bali dengan peningkatan 21,9 persen.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Sorong 2018 - 2024)
Kabupaten Badung
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Badung memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan kedua tertinggi di Bali tahun 2024 sebesar 1.502.940 Rupiah, dengan peningkatan signifikan sebesar 45,2 persen dibandingkan tahun 2023. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini menjadi tertinggi di Bali sebesar 1.081.710 Rupiah, dengan peningkatan 52,9 persen. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan mencapai 2.584.651 Rupiah, menempati peringkat ke-2 di Bali dengan peningkatan 10,2 persen. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Badung tahun 2024 sebesar 156.389 Rupiah per kapita sebulan, menjadi tertinggi di provinsi dengan peningkatan 34,3 persen.
Kabupaten Tabanan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Tabanan memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan keempat tertinggi di Bali tahun 2024 sebesar 962.775 Rupiah, dengan peningkatan besar sebesar 69,9 persen dibandingkan tahun 2023. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini menempati peringkat ke-5 di Bali sebesar 731.549 Rupiah, dengan peningkatan 38,5 persen. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan mencapai 1.694.324 Rupiah, menempati peringkat ke-4 di Bali dengan penurunan 7,7 persen. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Tabanan tahun 2024 sebesar 135.122 Rupiah per kapita sebulan, menempati peringkat ke-4 di Bali dengan peningkatan 11,7 persen.
Kabupaten Bangli
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Kabupaten Bangli memiliki pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan kelima tertinggi di Bali tahun 2024 sebesar 746.034 Rupiah, dengan peningkatan 26,4 persen dibandingkan tahun 2023. Pengeluaran untuk makanan di wilayah ini menempati peringkat ke-4 di Bali sebesar 785.370 Rupiah, dengan peningkatan 29,5 persen. Total pengeluaran makanan dan bukan makanan mencapai 1.531.404 Rupiah, menempati peringkat ke-5 di Bali dengan peningkatan sedikit sebesar 0,1 persen. Pengeluaran rokok dan tembakau di Kabupaten Bangli tahun 2024 sebesar 136.684 Rupiah per kapita sebulan, menempati peringkat ke-3 di Bali dengan peningkatan 1,5 persen.