Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk aneka barang dan jasa di Kota Gorontalo pada tahun 2025 mencapai 325021 Rupiah per kapita per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 5,6 persen dibandingkan catatan tahun 2024 yang tercatat sebesar 344473 Rupiah per kapita per bulan. Sepanjang periode 2018 sampai 2025, catatan pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan nilai 389175 Rupiah, sedangkan pengeluaran terendah tercatat pada tahun 2023.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Makanan dan Minuman Jadi Kab. Kepulauan Yapen | 2025)
Sepanjang delapan tahun pengamatan, catatan pengeluaran ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2021 terjadi kenaikan sebesar 22,4 persen yang menjadi kenaikan tertinggi sepanjang periode. Sementara penurunan terbesar terjadi pada tahun 2023, yaitu sebesar 23,8 persen dari nilai tahun sebelumnya. Rata-rata pengeluaran dalam lima tahun terakhir berada pada angka 342035 Rupiah per kapita per bulan, sehingga nilai tahun 2025 berada sedikit di bawah rata-rata periode tersebut.
Untuk posisi peringkat, Kota Gorontalo menempati urutan pertama di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Gorontalo untuk kategori pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2025. Secara nasional, wilayah ini menempati peringkat 105 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan secara wilayah pulau Sulawesi menempati urutan kedelapan. Di bawah Kota Gorontalo secara berurutan terdapat Kabupaten Boalemo, Kabupaten Gorontalo Utara, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Pohuwato.
Pada tahun 2025, Kabupaten Boalemo mencatat pengeluaran aneka barang dan jasa sebesar 311605 Rupiah dengan pertumbuhan naik 23,4 persen dibanding tahun sebelumnya. Kabupaten Gorontalo mencatat nilai 232442 Rupiah dengan pertumbuhan naik 30,2 persen. Sebaliknya Kabupaten Gorontalo Utara mengalami penurunan 35,7 persen menjadi 242184 Rupiah, Kabupaten Bone Bolango naik 17 persen menjadi 225690 Rupiah dan Kabupaten Pohuwato mengalami penurunan sedikit sebesar 4 persen menjadi 181650 Rupiah. Peringkat seluruh kabupaten kota di provinsi ini tidak mengalami perubahan urutan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kabupaten Bone Bolango
Kabupaten Bone Bolango mencatat total pengeluaran per kapita bulanan seluruh kebutuhan pada tahun 2025 sebesar 1421530 Rupiah. Dari nilai tersebut, pengeluaran untuk kebutuhan makanan mencapai 657838 Rupiah, sedangkan pengeluaran bukan makanan tercatat 763693 Rupiah. Wilayah ini menempati peringkat pertama di seluruh Provinsi Gorontalo untuk total pengeluaran masyarakat, dengan pertumbuhan total pengeluaran mengalami penurunan sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun 2024. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini hanya naik 1,1 persen, menjadi salah satu pertumbuhan terendah di provinsi ini.
(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Belanda 2024)
Kabupaten Gorontalo
Kabupaten Gorontalo mencatat total pengeluaran per kapita bulanan masyarakat sebesar 1324916 Rupiah pada tahun 2025. Wilayah ini mengalami kenaikan total pengeluaran sebesar 12,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi pertumbuhan tertinggi di seluruh provinsi. Pengeluaran makanan di wilayah ini tercatat 663390 Rupiah dengan pertumbuhan naik 14,1 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 661526 Rupiah. Wilayah ini menempati peringkat ketiga untuk total pengeluaran masyarakat di Provinsi Gorontalo, naik dua peringkat dibandingkan posisi tahun sebelumnya.
Kabupaten Boalemo
Kabupaten Boalemo menempati peringkat kedua untuk total pengeluaran masyarakat di Provinsi Gorontalo dengan nilai 1372151 Rupiah per kapita per bulan pada tahun 2025. Nilai ini mengalami penurunan sedikit sebesar 0,9 persen dibandingkan catatan tahun sebelumnya. Pengeluaran makanan di wilayah ini mencapai 735150 Rupiah dan menjadi pengeluaran makanan tertinggi di seluruh provinsi, meskipun nilai ini mengalami penurunan sebesar 2,6 persen dari tahun 2024. Pengeluaran bukan makanan tercatat 637001 Rupiah dengan pertumbuhan naik 1,2 persen.
Kabupaten Gorontalo Utara
Kabupaten Gorontalo Utara mencatat total pengeluaran per kapita bulanan sebesar 1224906 Rupiah pada tahun 2025, mengalami penurunan sebesar 9,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini menempati peringkat keempat di provinsi untuk total pengeluaran masyarakat. Pengeluaran makanan di wilayah ini tercatat 623457 Rupiah dengan penurunan 9,5 persen, sedangkan pengeluaran bukan makanan mencapai 601449 Rupiah dengan penurunan 8,9 persen. Wilayah ini menjadi satu-satunya daerah di provinsi yang mengalami penurunan pada kedua kategori pengeluaran makanan dan bukan makanan secara bersamaan.