Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita bulanan untuk sabun mandi di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat pada tahun 2024 mencapai 74410 Rupiah per orang per bulan. Nilai ini mengalami penurunan sebesar 9,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang sebelumnya tercatat sebesar 82187 Rupiah per kapita per bulan. Penurunan ini menjadi catatan pertama penurunan pengeluaran untuk barang kebersihan dasar ini setelah enam tahun berturut-turut mengalami kenaikan sejak tahun 2018.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Utara 2015 - 2024)
Sepanjang periode pengamatan tahun 2018 sampai 2024, pengeluaran sabun mandi di wilayah ini pernah mencatat pengeluaran tertinggi pada tahun 2023. Kenaikan paling besar terjadi pada tahun 2021 dengan peningkatan sebesar 50,1 persen dari tahun sebelumnya. Secara akumulasi selama tujuh tahun, nilai pengeluaran sabun mandi masyarakat Kabupaten Pegunungan Arfak naik lebih dari tiga kali lipat dari nilai awal 19617 Rupiah pada tahun 2018.
Pengeluaran untuk sabun mandi tahun 2024 menyumbang 3,5 persen dari total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang jasa masyarakat. Nilai ini lebih rendah dibandingkan pengeluaran untuk rokok dan tembakau yang mencapai 61747 Rupiah, pengeluaran makanan jadi sebesar 101872 Rupiah, serta pengeluaran perawatan pribadi sebesar 48033 Rupiah per kapita setiap bulannya.
Berdasarkan peringkat seprovinsi Papua Barat, Kabupaten Pegunungan Arfak menempati urutan ke 6 dari tujuh kabupaten yang ada untuk kategori pengeluaran sabun mandi tahun 2024. Urutan teratas ditempati oleh Kabupaten Manokwari Selatan dengan pengeluaran 124561 Rupiah, disusul Kabupaten Teluk Bintuni 108534 Rupiah, Kabupaten Fak Fak 101588 Rupiah, Kabupaten Kaimana 100125 Rupiah dan Kabupaten Manokwari 99327 Rupiah. Hanya Kabupaten Teluk Wondama yang mencatat nilai pengeluaran lebih rendah dibandingkan wilayah ini.
Untuk kategori pengeluaran bukan makanan secara keseluruhan, Kabupaten Pegunungan Arfak juga menempati urutan terakhir seprovinsi Papua Barat pada tahun 2024 dengan nilai total 455796 Rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini juga mencatat penurunan sebesar 15,2 persen untuk pengeluaran bukan makanan, menjadi satu-satunya wilayah di provinsi ini yang mengalami penurunan untuk kategori tersebut selain Kabupaten Fak Fak.
Kabupaten Manokwari
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit Kab. Klungkung | 2024)
Kabupaten Manokwari menempati urutan pertama seprovinsi Papua Barat untuk total pengeluaran per kapita bulanan tahun 2024 dengan nilai 1832890 Rupiah. Meskipun mengalami penurunan sebesar 17 persen untuk total pengeluaran keseluruhan, wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 17,5 persen untuk pengeluaran makanan serta kenaikan 19,4 persen untuk pengeluaran bukan makanan. Untuk pengeluaran sabun mandi, wilayah ini berada di urutan kelima seprovinsi dengan nilai 99327 Rupiah tahun 2024.
Kabupaten Teluk Bintuni
Kabupaten Teluk Bintuni menempati urutan kedua seprovinsi untuk total pengeluaran masyarakat tahun 2024, meskipun mengalami penurunan sebesar 27,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini mencatat kenaikan sebesar 8,6 persen untuk pengeluaran makanan dan kenaikan 30,4 persen untuk pengeluaran bukan makanan. Pada kategori pengeluaran sabun mandi, wilayah ini menempati urutan kedua seprovinsi dengan nilai 108534 Rupiah dan mengalami sedikit penurunan sebesar 5,4 persen pada tahun 2024.
Kabupaten Manokwari Selatan
Kabupaten Manokwari Selatan menjadi satu-satunya wilayah di provinsi Papua Barat yang mencatat kenaikan pengeluaran sabun mandi paling besar pada tahun 2024 yaitu sebesar 34,4 persen. Wilayah ini menempati urutan pertama seprovinsi untuk pengeluaran sabun mandi dengan nilai 124561 Rupiah per kapita per bulan. Untuk total pengeluaran keseluruhan wilayah ini berada di urutan ketiga, dengan kenaikan 55,2 persen untuk pengeluaran bukan makanan dan kenaikan 17,7 persen untuk pengeluaran makanan tahun 2024.
Kabupaten Fak Fak
Kabupaten Fak Fak menempati urutan ketiga seprovinsi untuk pengeluaran sabun mandi tahun 2024 dengan nilai 101588 Rupiah per kapita per bulan, serta mengalami kenaikan sebesar 11,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Wilayah ini mencatat sedikit penurunan sebesar 1,9 persen untuk pengeluaran bukan makanan, namun tetap mengalami kenaikan 0,8 persen untuk pengeluaran makanan. Untuk total pengeluaran keseluruhan masyarakat, wilayah ini berada di urutan kelima seprovinsi Papua Barat.