Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita masyarakat Kota Tidore Kepulauan untuk rokok dan tembakau pada tahun 2024 mencapai 191774 Rupiah per orang setiap bulan. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 16,8 persen dibandingkan tahun 2023, dengan penambahan nilai sebesar 27529,9 Rupiah per kapita per bulan. Pada tahun 2024 ini, nilai pengeluaran rokok dan tembakau menjadi nilai tertinggi yang tercatat sepanjang periode pengamatan sejak tahun 2018.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pulau Taliabu | 2015 - 2025)
Nilai pengeluaran rokok dan tembakau ini menyumbang hampir 70 persen dari total pengeluaran masyarakat untuk aneka barang jasa, bahkan melebihi pengeluaran untuk makanan jadi, perawatan pribadi, sabun mandi maupun kebutuhan kecantikan. Khusus dibandingkan pengeluaran makanan jadi, pengeluaran rokok dan tembakau Kota Tidore Kepulauan tercatat 20 persen lebih tinggi dibandingkan alokasi anggaran rumah tangga untuk membeli makanan yang sudah siap konsumsi.
Sepanjang tujuh tahun pengamatan sejak 2018, pengeluaran rokok dan tembakau di wilayah ini hanya pernah mencatat penurunan satu kali yaitu pada tahun 2022 sebesar 9,7 persen. Setelah penurunan tersebut, pengeluaran untuk komoditas ini naik secara berturut-turut selama dua tahun terakhir dengan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebesar 30,3 persen. Seluruh periode pengamatan menunjukkan rata-rata pertumbuhan tahunan berada di atas 10 persen setiap tahunnya.
Berdasarkan data perbandingan se-provinsi Maluku Utara, Kota Tidore Kepulauan menempati urutan ketiga untuk nilai pengeluaran rokok dan tembakau per kapita tahun 2024. Urutan pertama ditempati oleh Kabupaten Halmahera Tengah dengan nilai 232352 Rupiah, disusul Kota Ternate dengan nilai 199074 Rupiah. Secara nasional, wilayah ini menempati urutan ke 28 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia untuk kategori pengeluaran rokok dan tembakau per kapita.
Selain Kabupaten Halmahera Tengah dan Kota Ternate, tiga wilayah lain dengan pengeluaran rokok tertinggi di provinsi ini adalah Kabupaten Halmahera Timur, Kabupaten Pulau Taliabu dan Kabupaten Halmahera Barat. Dari kelima wilayah teratas ini, hanya Kabupaten Pulau Taliabu yang mencatat penurunan pengeluaran rokok pada tahun 2024, sementara seluruh wilayah lain menunjukkan kenaikan nilai pengeluaran. Posisi ranking seluruh wilayah teratas ini tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kota Ternate
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Lebong | 2024)
Kota Ternate tercatat sebagai wilayah dengan total pengeluaran per kapita tertinggi se-provinsi Maluku Utara untuk tahun 2024, dengan total pengeluaran gabungan makanan dan bukan makanan mencapai 2528932 Rupiah per orang setiap bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 33,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pertumbuhan pengeluaran bukan makanan mencapai 38,4 persen atau tumbuh lebih cepat dibandingkan pengeluaran makanan. Seluruh indikator pengeluaran di Kota Ternate secara konsisten menempati urutan pertama di seluruh kabupaten kota di wilayah Maluku Utara.
Kabupaten Halmahera Tengah
Kabupaten Halmahera Tengah menempati urutan kedua secara provinsi untuk total pengeluaran per kapita, dengan nilai total pengeluaran tahun 2024 mencapai 2227076 Rupiah per kapita per bulan. Meskipun menempati urutan kedua, pertumbuhan total pengeluaran wilayah ini hanya tercatat 8,6 persen atau merupakan pertumbuhan paling rendah di antara lima wilayah teratas provinsi. Wilayah ini juga menjadi satu-satunya daerah yang pengeluaran untuk rokok dan tembakau melebihi nilai pengeluaran per kapita untuk kebutuhan sabun mandi masyarakat.
Kabupaten Halmahera Timur
Kabupaten Halmahera Timur menempati urutan ketiga secara provinsi untuk seluruh kategori pengeluaran per kapita baik makanan, bukan makanan maupun total pengeluaran. Pada tahun 2024 wilayah ini mencatat total pengeluaran sebesar 1691643 Rupiah per kapita per bulan, dengan pertumbuhan total pengeluaran mencapai 20,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan pengeluaran bukan makanan di wilayah ini mencapai 21,2 persen, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan kedua tertinggi setelah Kota Ternate.
Kabupaten Halmahera Utara
Kabupaten Halmahera Utara menempati urutan keempat secara provinsi untuk total pengeluaran per kapita tahun 2024 dengan nilai mencapai 1483764 Rupiah per orang setiap bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 14,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dimana pertumbuhan pengeluaran makanan tercatat sebesar 10,7 persen dan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan mencapai 17,9 persen. Posisi ranking wilayah ini tidak mengalami perubahan dibandingkan catatan tahun sebelumnya.