Pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mengalami sedikit penurunan pada tahun 2024. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pengeluaran tercatat sebesar Rp41.852 per kapita per bulan. Angka ini turun 5,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan total pengeluaran per kapita sebulan untuk aneka barang dan jasa sebesar Rp172.518, pengeluaran untuk perawatan kulit hanya menyumbang sekitar 24,2%. Proporsi ini menunjukkan bahwa alokasi dana untuk perawatan kulit masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan lainnya. Sementara itu, jika dibandingkan dengan pengeluaran untuk makanan jadi sebesar Rp125.823, pengeluaran perawatan kulit hanya mencapai 33,2%.
(Baca: Persentase Penduduk di Kabupaten Mamasa Menurut Kategori Kelompok (Data 2024))
Secara historis, pengeluaran untuk perawatan kulit di Kabupaten Donggala menunjukkan fluktuasi. Terjadi peningkatan signifikan pada tahun 2020 dan 2021, dengan pertumbuhan masing-masing 29,1% dan 37,9%. Namun, setelah mencapai pengeluaran tertinggi di 2021 yaitu Rp53.253, terjadi penurunan tajam sebesar 25,1% pada tahun 2022. Meskipun sempat naik 11% pada tahun 2023, pada tahun 2024 kembali mengalami penurunan.
Pada tahun 2024, Kabupaten Donggala berada di peringkat ke-12 di antara kabupaten/kota se-Sulawesi Tengah dalam hal pengeluaran untuk perawatan kulit. Posisi ini menunjukkan bahwa pengeluaran perawatan kulit di Kabupaten Donggala masih berada di bawah kabupaten lain seperti Kabupaten Morowali, Kabupaten Morowali Utara, dan Kota Palu. Secara nasional, Kabupaten Donggala berada di peringkat ke-382.
Data BPS juga menunjukkan adanya disparitas pengeluaran perawatan kulit antar kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Sebagai contoh, Kabupaten Morowali mencatatkan pengeluaran untuk perawatan kulit tertinggi, yaitu Rp139.819 per kapita per bulan, meskipun mengalami penurunan sebesar 12,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Morowali Utara mengalami pertumbuhan sangat tinggi yaitu 63,3% dengan nilai Rp111.935. Sementara itu, Kota Palu mengalami penurunan 14,3% dengan nilai Rp75.857, sedangkan Kabupaten Banggai mengalami kenaikan 38,9% dengan nilai Rp65.767.
Kabupaten Morowali
Kabupaten Morowali mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan bukan makanan sebesar Rp1.028.923 pada tahun 2024, meningkat signifikan sebesar 50,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan nilai pengeluaran yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di Sulawesi Tengah, menunjukkan bahwa masyarakat Morowali memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan non-makanan.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Timur 2015 - 2024)
Kota Palu
Kota Palu mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk makanan sebesar Rp707.941 pada tahun 2024, meningkat sebesar 15,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Meski begitu, Kota Palu berada di peringkat ketiga se-Sulawesi Tengah dalam hal pengeluaran untuk makanan. Hal ini mengindikasikan adanya peningkatan kesejahteraan dan konsumsi makanan di ibu kota provinsi tersebut.
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten Morowali Utara mencatatkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan makanan dan bukan makanan sebesar Rp1.570.999 pada tahun 2024, tumbuh 20,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang cukup tinggi dan berada di posisi ketiga tertinggi di Sulawesi Tengah.