341 Hotspot Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Selasa, 17 Maret 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 17/03/2026 11:47 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 341 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 151 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Selasa (17/3/2026) pukul 11.47 WIB. Dari 341 titik panas terdeteksi, 8 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 325 titik skala sedang, dan 8 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Update Jumlah Fasilitas Rusak karena Banjir dan Longsor Sumatra (11 Desember 2025))

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 105 titik. Riau menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 95 titik. Aceh berada di posisi ketiga sebanyak 26 titik panas.

Sebanyak 16 titik panas terdeteksi di Kepulauan Riau, Sumatera Utara menyusul dengan 12 titik panas, serta Jambi dan Sulawesi Tengah masing-masing memiliki 11 dan 10 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Sebaran Korban Meninggal karena Banjir dan Longsor di Sumatera Utara (9 Desember 2025))

Data Stories Terkini
Databoks Premium

Data Populer

Loading...