PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brunei Darussalam 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 18/02/2026 16:38 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brunei Darussalam 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brunei Darussalam pada tahun 2024 sebesar 0.5 unit, menurun sebesar 4.25% dibandingkan tahun 2023 (0.52 unit). Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), nilai ini menunjukkan tren penurunan terus-menerus setelah mencapai puncak sebesar 0.62 unit pada 2022. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (0.547 unit), nilai 2024 berada di bawah rata-rata, sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (0.54 unit), nilai tersebut juga lebih rendah, menunjukkan kondisi ekonomi Brunei dalam konteks PPP yang semakin menurun.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Brunei Darussalam terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) India 2015 - 2024)

Dalam 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Brunei mengalami fluktuasi dengan tren umum penurunan: nilai tertinggi tercatat pada 2015 (0.68 unit) dan nilai terendah pada 2024 (0.5 unit). Fluktuasi ini terlihat dari penurunan pada 2016 (0.61 unit), kenaikan kecil pada 2017 (0.63 unit) dan 2018 (0.64 unit), penurunan kembali pada 2019 (0.6 unit), penurunan signifikan pada 2020 (0.53 unit), stagnasi pada 2021 (0.53 unit), kenaikan tajam pada 2022 (0.62 unit), lalu penurunan lagi pada 2023 dan 2024. Tidak ada anomali signifikan dalam periode ini, hanya perubahan kecil yang tidak menyimpang dari tren penurunan jangka panjang.

Secara peringkat regional ASEAN, posisi Brunei Darussalam untuk indikator PDB PPP tetap berada di peringkat ke-10 pada tahun 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya selama 10 tahun terakhir. Peringkat ini tidak mengalami perubahan, menempatkan Brunei di posisi terbawah dalam peringkat regional ASEAN untuk indikator ini.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Filipina 2015 - 2024)

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Brunei Darussalam akan mengalami kontraksi (penurunan nilai) sebesar 1.41% pada 2025 menjadi 0.489 unit, lalu kontraksi lagi sebesar 1.02% pada 2026 menjadi 0.484 unit. Setelah itu, proyeksi menunjukkan pemulihan kecil: kenaikan 0.62% pada 2027 (0.487 unit), stagnasi pada 2028 (0.487 unit), kenaikan 1.44% pada 2029 (0.494 unit), dan kenaikan 0.4% pada 2030 (0.496 unit). Proyeksi jangka pendek (2025-2026) menunjukkan kondisi ekonomi yang lebih buruk dibandingkan tahun 2024, sedangkan jangka panjang menunjukkan perbaikan yang lambat.

Dibandingkan negara lain di ASEAN, nilai PDB PPP Brunei Darussalam pada 2024 (0.5 unit) lebih rendah dari semua negara dalam data IMF. Misalnya, Singapura memiliki nilai 0.804 unit, Malaysia 1.402 unit, Thailand 10.488 unit, dan Vietnam 6956.919 unit. Peringkat Brunei tetap di posisi ke-10 di ASEAN, tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya, menempatkannya sebagai negara dengan nilai PDB PPP terendah di kawasan ini.

Data Populer

Loading...