PDB

PDB Menurut Daya Beli di Brunei Darussalam 2024

1
Agus Dwi Darmawan 23/07/2026 16:23 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brunei Darussalam 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Brunei Darussalam yang menunjukkan pada tahun 2024 nilai indikator ini tercatat di angka 0,5 unit. Angka ini merupakan titik terendah dalam 10 tahun terakhir, mengalami penurunan sebesar 4,25 persen dibanding tahun 2023. Penurunan tahun 2024 juga mengakhiri pola fluktuatif tajam tiga tahun terakhir, dimana tahun 2022 terjadi lonjakan pertumbuhan 16,17% yang kemudian langsung diikuti kontraksi 16,18% pada 2023. Kontraksi disini berarti nilai indikator ekonomi mengalami penyusutan nilai secara absolut pada periode satu tahun penuh.

(Baca: PDB Menurut Daya Beli di Bosnia dan Herzegovina 2024)

Kondisi tiga tahun terakhir (2022-2024) menunjukkan rata-rata pertumbuhan turun 1,42 persen per tahun. Angka ini jauh lebih baik dibanding rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) yang tercatat turun 3,08 persen per tahun. Walaupun keduanya menunjukkan tren penyusutan, periode tiga tahun terakhir masih mengalami tekanan ekonomi yang lebih ringan dibanding periode lima tahun terakhir yang masih mencakup guncangan pandemi tahun 2020.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Brunei Darussalam terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Kenaikan tertinggi dalam 10 tahun terakhir terjadi pada tahun 2022, dimana nilai PDB PPP naik 16,17 persen akibat pemulihan harga energi global pasca pandemi. Sementara penurunan terdalam terjadi pada tahun 2023, dimana terjadi anomali penyusutan yang lebih parah dibanding seluruh periode manapun dalam satu dekade terakhir, bahkan lebih dalam dibanding penurunan awal pandemi tahun 2020. Anomali ini terjadi setelah lonjakan satu tahun yang tidak berkelanjutan pada tahun sebelumnya.

Selama 10 tahun terakhir posisi peringkat regional Brunei Darussalam di kawasan ASEAN tetap konsisten berada di urutan 10. Peringkat ini tidak mengalami perubahan sama sekali sepanjang periode data yang tercatat, tidak terjadi kenaikan maupun penurunan peringkat meskipun nilai indikator domestik mengalami fluktuasi yang sangat tajam.

(Baca: PDB Menurut Daya Beli di El Salvador 2024)

Berdasarkan perbandingan dengan negara lain kawasan ASEAN, posisi Brunei berada di bawah seluruh 9 negara anggota lainnya. Negara dengan peringkat teratas kawasan tahun 2024 secara berturut-turut adalah Vietnam, Indonesia, Laos, Kamboja dan Myanmar. Seluruh 5 negara teratas tersebut mencatatkan pertumbuhan PDB PPP positif pada tahun terakhir, berbeda dengan Brunei yang mengalami penurunan.

IMF juga merilis proyeksi sampai tahun 2030 untuk indikator ini. Proyeksi menunjukkan penurunan masih akan berlanjut sampai tahun 2026, dengan nilai terendah diproyeksikan di angka 0,484 unit. Setelah tahun 2026, diproyeksikan akan terjadi pemulihan lambat dengan pertumbuhan sangat kecil, namun sampai akhir dekade nilai tidak akan kembali mencapai level tahun 2023 apalagi level sebelum pandemi.

Secara keseluruhan kondisi ekonomi berdasarkan indikator PDB PPP Brunei Darussalam menunjukkan pola penyusutan jangka panjang yang masih berlanjut sampai saat ini. Pemulihan yang diproyeksikan setelah tahun 2026 berjalan sangat lambat, sehingga dalam lima tahun ke depan tidak diharapkan adanya perbaikan ekonomi yang signifikan bagi negara ini.

Data Pasar

Macro update by
13 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.864 +0.19
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...