PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brunei Darussalam 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 02/03/2026 16:31 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brunei Darussalam 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data International Monetary Fund (IMF), PDB Paritas Daya Beli (PPP) Brunei Darussalam pada tahun 2024 tercatat sebesar 0.5 unit, mengalami penurunan sebesar 3.85% dibandingkan tahun 2023 yang bernilai 0.52 unit. Dalam tiga tahun terakhir (2022-2024), nilai ini menunjukkan tren penurunan berkelanjutan setelah mencapai puncak sebesar 0.62 unit pada 2022. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (0.547 unit), nilai 2024 berada di bawah rata-rata tersebut, sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (0.54 unit), nilai 2024 juga lebih rendah, menunjukkan kondisi ekonomi yang tidak membaik dalam jangka menengah.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Brunei Darussalam terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Kep. Riau 2018 - 2024)

Selama 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai tertinggi PDB PPP Brunei tercatat pada tahun 2015 sebesar 0.68 unit, sedangkan nilai terendah berada pada tahun 2024 sebesar 0.5 unit. Kondisi nilai ini menunjukkan fluktuatif yang dapat dijelaskan sebagai berikut: periode 2015-2019 nilai berkisar antara 0.6-0.68 unit dengan penurunan bertahap, tahun 2020 mengalami penurunan tajam ke 0.53 unit, stagnasi pada 2021, pemulihan ke 0.62 unit pada 2022, kemudian kembali mengalami penurunan berkelanjutan pada 2023 dan 2024. Tidak ada anomali yang signifikan di luar fluktuasi ini, karena setiap perubahan dapat diikuti dengan pola penurunan atau pemulihan yang tercatat jelas.

Secara peringkat regional ASEAN, PDB PPP Brunei Darussalam tetap berada di peringkat ke-10 pada tahun 2024, sama seperti tahun-tahun sebelumnya dari 2015 hingga 2023. Peringkat ini tidak mengalami perubahan, menunjukkan bahwa posisi daya beli relatif Brunei dibandingkan negara tetangga ASEAN tidak mengalami peningkatan selama dekade terakhir.

(Baca: PDB Paritas Daya Beli (PPP) Madagaskar 2015 - 2024)

IMF juga memberikan proyeksi PDB PPP Brunei untuk tahun 2025-2030. Proyeksi tahun 2025 bernilai 0.489 unit, yang merupakan kontraksi sebesar 1.41% dibandingkan 2024 (kontraksi di sini berarti penurunan nilai PDB PPP, yang menunjukkan daya beli relatif Brunei akan semakin menurun). Tahun 2026 akan mengalami kontraksi lagi sebesar 1.02% menjadi 0.484 unit, sebelum mulai mengalami pemulihan kecil pada 2027 (naik 0.62% menjadi 0.487 unit), stagnasi pada 2028, dan peningkatan bertahap pada 2029 (1.44%) dan 2030 (0.4%). Meskipun ada pemulihan di tahun-tahun berikutnya, nilai proyeksi 2030 (0.496 unit) masih sedikit di bawah nilai 2024, menunjukkan kondisi ekonomi yang masih belum pulih sepenuhnya.

Dibandingkan negara ASEAN lain, posisi Brunei Darussalam berada di bawah semua negara yang dicatat, dengan nilai terdekat adalah Singapura yang bernilai 0.804 unit (peringkat ke-9) pada tahun terakhir. Negara dengan nilai tertinggi adalah Vietnam sebesar 6956.919 unit (peringkat ke-1), diikuti oleh Indonesia sebesar 4747.903 unit (peringkat ke-2). Peringkat Brunei tetap ke-10 pada tahun 2024, tidak ada perubahan dibandingkan tahun sebelumnya, dan jarak nilai dengan negara terdekat (Singapura) masih cukup signifikan.

Data Populer

Loading...