Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran untuk aneka barang dan jasa per kapita sebulan di Kabupaten Pegunungan Arfak pada tahun 2024 sebesar 211.873 rupiah, mengalami penurunan sedikit sebesar 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selisih pengeluaran dengan tahun 2023 adalah minus 481,4 rupiah, di mana nilai pengeluaran tahun 2023 sebesar 212.354,83 rupiah.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Timur 2015 - 2024)
Data historis dari tahun 2018 hingga 2023 menunjukkan pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di wilayah ini terus naik, kecuali pada tahun 2024 yang mengalami penurunan sedikit. Pengeluaran tertinggi terjadi pada tahun 2023 dengan nilai 212.355 rupiah, sedangkan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2021 dengan peningkatan sebesar 58 persen dibandingkan tahun 2020. Rata-rata pertumbuhan selama lima tahun terakhir (2019-2023) adalah sebesar 21,5 persen, yang lebih baik dibandingkan pertumbuhan tahun 2024 yang negatif.
Pengeluaran untuk aneka barang dan jasa di Kabupaten Pegunungan Arfak terdiri dari beberapa komponen, di mana rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk sabun mandi terbesar sebesar 74.410 rupiah, diikuti oleh rokok dan tembakau sebesar 61.747 rupiah, perawatan sebesar 48.033 rupiah, makanan jadi sebesar 101.872 rupiah, dan kecantikan sebesar 12.088 rupiah. Total pengeluaran masyarakat per kapita sebulan untuk makanan dan bukan makanan di tahun 2024 sebesar 1.012.957 rupiah, mengalami penurunan sebesar 21,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data BPS, Kabupaten Pegunungan Arfak menempati rank ke-7 di antara kabupaten/kota seprovinsi Papua Barat untuk pengeluaran aneka barang dan jasa tahun 2024. Wilayah dengan rank tertinggi adalah Kabupaten Manokwari dengan pengeluaran sebesar 406.787 rupiah, yang mengalami penurunan sedikit sebesar 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kabupaten Manokwari Selatan menempati rank ke-2 dengan pengeluaran 389.327 rupiah dan pertumbuhan sebesar 22,3 persen, yang merupakan pertumbuhan tertinggi di provinsi.
Di antara lima kabupaten lain di provinsi Papua Barat, Kabupaten Teluk Bintuni menempati rank ke-3 dengan pengeluaran 358.210 rupiah dan penurunan sedikit sebesar 1,5 persen. Kabupaten Fak Fak rank ke-4 dengan pengeluaran 299.914 rupiah dan pertumbuhan 7,5 persen, sedangkan Kabupaten Kaimana rank ke-5 dengan pengeluaran 236.103 rupiah dan penurunan sebesar 27,7 persen. Semua wilayah ini memiliki pengeluaran aneka barang dan jasa yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Pegunungan Arfak.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Perawatan Kulit di Kab. Rejang Lebong 2018 - 2024)
Kabupaten Manokwari
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Manokwari tahun 2024 sebesar 927.024 rupiah, mengalami pertumbuhan sebesar 19,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.832.890 rupiah, mengalami penurunan sebesar 17 persen dibandingkan tahun 2023. Wilayah ini menempati rank ke-1 di provinsi Papua Barat untuk kedua kategori pengeluaran, menunjukkan posisi sebagai wilayah dengan pengeluaran tertinggi di provinsi.
Kabupaten Teluk Bintuni
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2024 sebesar 883.542 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 30,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.832.369 rupiah, mengalami penurunan sebesar 27,1 persen dibandingkan tahun 2023. Wilayah ini menempati rank ke-2 di provinsi untuk kedua kategori, dengan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Manokwari.
Kabupaten Manokwari Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Manokwari Selatan tahun 2024 sebesar 872.163 rupiah, dengan pertumbuhan tertinggi di provinsi sebesar 55,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.782.389 rupiah, mengalami penurunan sebesar 13,4 persen dibandingkan tahun 2023. Wilayah ini menempati rank ke-3 di provinsi untuk kedua kategori pengeluaran.
Kabupaten Kaimana
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk bukan makanan di Kabupaten Kaimana tahun 2024 sebesar 807.424 rupiah, dengan pertumbuhan sebesar 12,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total pengeluaran untuk makanan dan bukan makanan sebesar 1.579.842 rupiah, mengalami penurunan sebesar 15,6 persen dibandingkan tahun 2023. Wilayah ini menempati rank ke-4 di provinsi untuk kedua kategori pengeluaran, dengan pertumbuhan pengeluaran bukan makanan yang lebih rendah dibandingkan wilayah lain di provinsi.