Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Kota Baru tahun 2025 mencapai 232745 rupiah. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 5,3 persen dibandingkan tahun 2024. Selisih nilai pengeluaran tahun 2025 dengan tahun sebelumnya tercatat sebesar 11755,5 rupiah per kapita setiap bulannya.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Jawa Barat | 2024)
Sepanjang periode data 2018 sampai 2025, pengeluaran makanan dan minuman jadi di wilayah ini sempat turun dua tahun berturut-turut pada tahun 2019 dan 2020. Pada tahun 2019 angka turun sebesar 5,8 persen, kemudian turun kembali sebesar 9,5 persen pada tahun 2020 menjadi titik terendah selama periode pengamatan. Setelah tahun 2020, angka pengeluaran kembali naik secara bertahap sampai tahun 2025.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 pada Kabupaten Kota Baru menempati urutan ke 13 dari seluruh kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Kalimantan Selatan. Urutan ini menjadikan wilayah ini berada di posisi terbawah untuk indikator yang sama di tingkat provinsi. Secara nasional, posisi wilayah ini berada di peringkat 163 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan di tingkat pulau Kalimantan berada di peringkat 32.
Untuk perbandingan wilayah teratas di provinsi, Kabupaten Hulu Sungai Tengah mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi tertinggi tahun 2025 sebesar 425584 rupiah per kapita per bulan dengan pertumbuhan 39,7 persen. Selanjutnya diikuti Kabupaten Tabalong sebesar 398865 rupiah, Kota Banjar Baru 337246 rupiah, Kota Banjarmasin 327937 rupiah dan Kabupaten Tanah Bumbu sebesar 306803 rupiah. Semua wilayah teratas ini mencatat nilai pengeluaran lebih dari 300 ribu rupiah, jauh di atas nilai Kabupaten Kota Baru.
Kota Banjar Baru
Kota Banjar Baru menempati urutan pertama seluruh kabupaten kota di Kalimantan Selatan untuk total pengeluaran per kapita makanan dan bukan makanan tahun 2025 dengan nilai 2212576 rupiah per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 11,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk pengeluaran kategori bukan makanan, Kota Banjar Baru juga mencatat angka tertinggi sebesar 1207704 rupiah dengan pertumbuhan 13 persen, menjadikan wilayah ini sebagai wilayah dengan daya beli tertinggi di provinsi ini.
(Baca: 9,81% Penduduk di Kabupaten Kediri Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Tabalong
Kabupaten Tabalong berada di urutan kedua tingkat provinsi untuk total pengeluaran per kapita tahun 2025 dengan nilai 2208850 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan total pengeluaran sebesar 24,3 persen, menjadi salah satu pertumbuhan tertinggi di antara seluruh wilayah di Kalimantan Selatan. Untuk kategori pengeluaran makanan, Kabupaten Tabalong bahkan menempati urutan pertama seluruh provinsi dengan nilai 1089796 rupiah per kapita setiap bulannya.
Kabupaten Tanah Bumbu
Kabupaten Tanah Bumbu menempati urutan ketiga tingkat provinsi untuk total pengeluaran per kapita tahun 2025 dengan nilai 1951775 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat penurunan sedikit untuk total pengeluaran sebesar 0,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran makanan, wilayah ini berada di urutan ketiga seluruh provinsi dengan nilai 958608 rupiah, hanya terpaut sedikit di bawah Kota Banjar Baru dan Kabupaten Tabalong.
Kota Banjarmasin
Kota Banjarmasin berada di urutan keempat tingkat provinsi untuk total pengeluaran per kapita tahun 2025 dengan nilai 1864256 rupiah per kapita per bulan. Wilayah ini mencatat penurunan sedikit untuk total pengeluaran sebesar 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk kategori pengeluaran bukan makanan, Kota Banjarmasin mencatat nilai 990509 rupiah per bulan, menempati urutan keempat di tingkat provinsi dan hanya terpaut sangat sedikit dari Kabupaten Tanah Bumbu.